Minggu, 20 September 2026


 

GURU YANG MENULIS, BERKARYA, DAN MENGGERAKKAN LITERASI

Narasi Kehidupan Arnita Adam, S.Pd., M.AP.


AWAL PERJALANAN: CAHAYA DARI RUANG KELAS

Semuanya bermula dari sebuah ruang kelas yang sederhana, tempat cahaya pagi menyapa meja-meja kayu yang telah berdiri bertahun-tahun. Di sinilah saya menyadari: tugas seorang guru bukan sekadar memindahkan isi buku ke kepala siswa, melainkan membuat pengetahuan itu hidup, menjadikannya karya, gerakan, dan manfaat yang menjangkau jauh melampaui pintu gerbang sekolah. Mengajar bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari perjalanan untuk terus belajar, berkarya, dan berbagi seumur hidup.

Saya Arnita Adam, lahir di Langkitin, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, desa yang menyimpan kesederhanaan tempat di mana mimpi-mimpi pertama saya tumbuh. Kini saya mengabdi sebagai pendidik di SMP Negeri 7 Rambah Samo, dan sebelumnya telah mendedikasikan diri sepuluh tahun di MDTA Nurul Barokah. Sepuluh tahun itu mengajarkan saya bahwa mengajar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan pengabdian.

Perjalanan seorang guru tidak boleh berhenti di ambang pintu kelas. Apa yang dipelajari harus dibawa keluar,  kepada masyarakat, lingkungan, dan kehidupan nyata. Itulah sebabnya, selain mengajar, saya menulis, berkarya, melakukan jurnalistik, melangkah ke berbagai negeri, dan menggerakkan literasi ke mana saja. Bersama Nur Atika, kami mendirikan Lenggok Media Production, wadah yang lahir dari keyakinan bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak didengar. Lenggok bukan sekadar nama, melainkan ruang tempat gagasan tumbuh, kreativitas berkembang, dan suara setiap orang dihargai.


RIWAYAT PENDIDIKAN: JEJAK YANG TAK PERNAH BERHENTI

Setiap langkah saya hari ini berakar pada perjalanan panjang menuntut ilmu. Pendidikan dasar saya tempuh di SD Negeri 024 Langkitin, tahun 1987–1993.  di sinilah saya pertama kali menyadari bahwa buku adalah jendela ke dunia yang luas. Kemudian saya melanjutkan ke SMP Negeri 1 Rambah, tahun 1994–1997, masa di mana saya mulai menemukan suara diri sendiri dan berani bermimpi.

Tahun 1997–2000 saya menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Pekanbaru, meninggalkan rumah untuk pertama kalinya, belajar berdiri sendiri dan memahami kemandirian. Pendidikan sarjana saya selesaikan di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, tahun 2000–2005, jauh dari keluarga, saya belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan bahwa ilmu tidak mengenal batas wilayah. Belum selesai di situ, saya kembali melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Riau, tahun 2019–2023. Banyak yang bertanya mengapa kembali belajar di tengah kesibukan, jawabannya sederhana: seorang guru tidak boleh berhenti menjadi pembelajar. Jika saya berhenti tumbuh, bagaimana saya bisa mengajak orang lain melangkah? Pendidikan bukan sesuatu yang selesai saat ijazah diterima; ia adalah teman seumur hidup.


PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN: TAK PERNAH BERHENTI BELAJAR

Saya percaya apa yang kita miliki hari ini mungkin belum cukup menjawab tantangan esok, sehingga saya terus memperluas wawasan dari tahun ke tahun. Tahun 2026 menjadi tahun yang kaya karya: saya menulis Pantun Serumpun Hati Berpaut, naskah teater Legenda Desa Langkitin, serta buku Greed Files, Akar yang Menolak Tumbang, Berpuasa dan Umroh di Masa Perang Timur Tengah, novel The Wong Phan is Back, dan Travel to Morocco with Tragedy. Saya juga menjadi narasumber Sharing Literasi FLP dan juri lomba Menulis Cerpen FTBI.

Tahun 2025 saya menjadi pemateri Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu, pelatih Festival Tunas Bahasa Ibu, menyusun buku Pengabdian Guru Tanpa Batas, Pendidikan yang Berimbas, juri HUT RI ke-80, peserta Lokakarya Cerpen Anak, sekaligus penulis Travel Kamboja-Vietnam. Tahun 2024 saya menjadi juri FLS2N, Penggerak Literasi Sekolah, narasumber Penguatan Literasi Masyarakat, serta menerima penghargaan Jurnalis Terbaik Lenggokmedia.com. Tahun 2023 saya ikut pelatihan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat; tahun 2021 lahir karya anak Cinta Raja Rokan; tahun 2020 saya menerbitkan Travel Solo ke Ghana Afrika dan Pantun Nasehat.

Kembali ke masa sebelumnya: tahun 2018,  menerbitkan Backpacker ke Vietnam Penuh Hikmah dengan Jilbab, dan menjadi relawan Ubud Writers and Readers Festival. Tahun 2017 saya menjadi panitia Lomba Baca Puisi dan peserta Tour Leader Camp. Tahun 2016 mengikuti Workshop Manajemen Perpustakaan. Sebelumnya, dari 2015 mundur ke tahun 2009, saya terus melatih diri , pelatihan bahasa Inggris, seminar literasi media, Sertifikat Pendidik Profesional tahun 2012, beragam pelatihan pembelajaran aktif dan penulisan karya tahun 2011, hingga meraih Juara Lomba Menulis Cerpen tahun 2010. Setiap kegiatan, baik sebagai peserta, pemateri, maupun juri, mengajarkan: belajar tidak mengenal pangkat, usia, atau status. Selama hati terbuka, selalu ada hal baru yang dapat dipelajari dan dibagikan.


Saya Arnita Adam. Saya tidak hanya ingin menjadi guru yang mengajar di dalam kelas. Saya ingin menjadi guru yang meninggalkan jejak, di hati mereka yang saya temui, di halaman karya yang lahir, di langkah mereka yang kini berjalan bersama. Dari ruang kelas sederhana, mimpi dinyalakan. Dari buku yang dibaca, dunia dibuka. Dari ketulusan berkarya, jejak ditinggalkan,  yang tak akan hilang, selama ada orang yang membacanya dan melanjutkannya. Dan itulah yang akan saya lakukan: terus melangkah, menulis, mengajar, berbagi, selama napas masih dikandung badan.

PRAKTIK BAIK: LITERASI YANG MENYENTUH SETIAP USIA

Di luar jam pelajaran, saya meyakini bahwa cahaya pendidikan harus menjangkau semua kalangan, tanpa terkecuali. Keyakinan ini mewujud dalam empat gerakan yang saya jalani sepenuh hati.

 

Pertama, BELESENG [Bersama Lenggok Senang] Membaca. Kegiatan ini lahir dari keinginan agar literasi tidak terasa berat atau jauh dari kehidupan sehari-hari. Setiap Sabtu pagi, warga berkumpul di lingkungan Pemda Kabupaten Rokan Hulu  berjalan, berolahraga bersama, menjaga kesehatan tubuh sekaligus kebersamaan, lalu duduk melingkar untuk membaca, berdiskusi, dan berbagi pandangan tentang buku yang telah dipilih bersama. Di sini tidak ada pendengar pasif. Setiap orang berhak berbicara, setiap pendapat dihargai. Literasi menjadi kebahagiaan yang dirayakan bersama, ada gerak, ada bacaan, ada tawa, dan ada persaudaraan yang tumbuh di antara halaman-halaman buku.

 

Kedua, menjadi Relawan Tutor di PKBM Lenggok berbasis Sekolah Alam. Saya ingin anak-anak tidak hanya belajar dari papan tulis, tetapi langsung dari alam, dari lingkungan, dari pengalaman nyata. Di sini kami mengajak mereka keluar ruangan, melihat tumbuhan, menyentuh air, merasakan kehidupan secara langsung. Mereka belajar mengamati, bertanya, menulis apa yang mereka lihat, dan bercerita tentang apa yang mereka temui. Pendidikan menjadi sesuatu yang dapat disentuh dan dirasakan, bukan sekadar dihafal. Saya ingin mereka tumbuh dengan rasa ingin tahu yang tak pernah padam, memahami bahwa dunia ini adalah buku yang sangat luas.

 

Ketiga, terlibat sebagai Relawan di Sekolah Lansia Melati. Banyak yang mengira masa belajar selesai ketika usia bertambah, saya ingin membuktikan sebaliknya. Di sini, para lansia kembali duduk bersama, membaca, menulis, bercerita tentang masa lalu yang penuh perjuangan, dan menyusun pesan berharga untuk anak cucu mereka. Mereka yang dulu mungkin tak sempat menyalurkan minat membaca kini memiliki ruang untuk berkarya. Mendampingi mereka mengajarkan saya satu kebenaran mendalam: belajar tidak mengenal usia. Tidak ada kata terlambat untuk membuka buku, memegang pena, atau menyuarakan isi hati. Ketika seorang lansia kembali menulis, ia tidak hanya meninggalkan catatan bagi dirinya sendiri, melainkan warisan bagi kita semua.

 

Keempat, melakukan Coaching di FTBI Rokan Hulu. Melalui Lenggok bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Rokan Hulu,  saya mendampingi siswa-siswi yang baru mulai menemukan jalannya, membimbing cara menyusun gagasan, mengembangkan tulisan, dan memantaskan karya agar layak dibaca banyak orang, dan dideklamasikan.  Saya berbagi pengalaman, memberi masukan yang membangun, dan menguatkan semangat mereka agar tidak mudah menyerah. Bagi saya, membimbing penulis muda sama artinya dengan menanam benih, kita tidak memetik buahnya sendiri, tetapi kita tahu bahwa suatu hari ia akan tumbuh menjadi pohon yang meneduhkan banyak orang. Melihat mereka berani mempublikasikan karya pertama kali adalah salah satu kebahagiaan terbesar yang saya rasakan.

Keempat praktik ini mengajarkan hal yang sama: literasi bukan milik kelompok tertentu. Ia milik anak-anak, milik remaja, milik orang tua, milik mereka yang telah berusia lanjut. Tugas kita hanyalah membukakan pintu, menyediakan ruang, dan menemani mereka melangkah masuk.


PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN: TAK PERNAH BERHENTI BELAJAR

 

Saya percaya apa yang kita miliki hari ini mungkin belum cukup menjawab tantangan esok, sehingga saya terus memperluas wawasan dari tahun ke tahun. Tahun 2026 menjadi tahun yang kaya karya: saya menulis Pantun Serumpun Hati Berpaut, naskah teater Legenda Desa Langkitin, serta buku Greed Files, Akar yang Menolak Tumbang, Berpuasa dan Umroh di Masa Perang Timur Tengah, novel The Wong Phan is Back, dan Travel to Morocco with Tragedy. Saya juga menjadi narasumber Sharing Literasi FLP dan juri lomba Menulis Cerpen FTBI.

 

Tahun 2025 saya menjadi pemateri Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu, pelatih Festival Tunas Bahasa Ibu, menyusun buku Pengabdian Guru Tanpa Batas, Pendidikan yang Berimbas, juri HUT RI ke-80, peserta Lokakarya Cerpen Anak. Tahun 2024 saya menjadi juri FLS2N Tingkat SMA pada bidang Lomba Jurnalistik deng sub penulisan Feature, Penggerak Literasi Sekolah, narasumber Penguatan Literasi Masyarakat, serta menerima penghargaan Jurnalis Terbaik Lenggokmedia.com.

 

Tahun 2023 saya ikut pelatihan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat; tahun 2021 lahir karya anak Cinta Raja Rokan; dan naskah tersebut diterbikan Balai Bhasa Provinsi Riau. tahun 2020 saya menerbitkan Travel Solo ke Ghana Afrika dan Pantun Nasehat.

 

Kembali ke masa sebelumnya, menerbitkan Backpacker ke Vietnam Penuh Hikmah dengan Jilbab, dan menjadi relawan Ubud Writers and Readers Festival. Tahun 2017 saya menjadi panitia Lomba Baca Puisi dan peserta Tour Leader Camp. Tahun 2016 mengikuti Workshop Manajemen Perpustakaan. Sebelumnya, dari 2015 mundur ke tahun 2009, saya terus melatih diri,  pelatihan bahasa Inggris, seminar literasi media, ,beragam pelatihan pembelajaran aktif dan penulisan karya tahun 2011, hingga meraih Juara Lomba Menulis Cerpen tahun 2010. Setiap kegiatan,  baik sebagai peserta, pemateri, maupun juri,  mengajarkan: belajar tidak mengenal pangkat, usia, atau status. Selama hati terbuka, selalu ada hal baru yang dapat dipelajari dan dibagikan.


PENGHARGAAN: SEMANGAT YANG TAK PADAM

 

Ada dua momen yang menguatkan langkah saya. Tahun 2018, saya menerima Setya Lencana 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia,  penghargaan atas pengabdian sebagai guru, yang saya rasakan bukan milik saya sendirian, melainkan milik semua pihak yang mendukung perjalanan ini.

 

Tahun 2019 datang Traveloka Award, yang menguatkan keyakinan bahwa perjalanan dan tulisan dapat menginspirasi orang lain untuk melangkah dan berbagi. Namun penghargaan yang sesungguhnya tetap sederhana: melihat anak-anak berani membaca, orang-orang mulai menulis, dan lingkungan tumbuh lebih hidup karena kehadiran buku. Itulah kemenangan yang nyata.


KARYA, PERAN, DAN ORGANISASI: MENGGERAKKAN BERSAMA

Peran saya terangkum dalam kesatuan tujuan: penulis buku dan perjalanan, jurnalis, penggerak literasi, tutor, pemateri, pelatih, juri, hingga penyiar radio, semua mengarah pada satu hal: menyebarkan cahaya tulisan ke mana saja. Gerakan ini tidak berjalan sendiri.

 

Di Lenggok Media Production, saya dipercaya menjabat Ketua periode 2026–2030, memastikan wadah ini terus memberi ruang berkarya bagi siapa saja. Sebelumnya di Forum Lingkar Pena Cabang Rokan Hulu, saya menjabat Koordinator Divisi Kaderisasi periode 2022–2024 membimbing penulis muda, lalu melanjutkan sebagai Koordinator Divisi Karya sejak 2024, memastikan karya yang lahir bermutu dan bermanfaat luas.


PENUTUP: JEJAK YANG TERUS HIDUP

 

Melalui tulisan, saya menemukan kekuatan menyimpan pengalaman dan meninggalkan jejak, lebih dari tiga puluh judul telah lahir, dan setiap judul adalah bagian dari diri yang saya bagikan. Bersama Lenggok, saya bermimpi panjang hingga tahun 2040: beberapa sudah terwujud, sebagian sedang diperjuangkan, sebagian lagi menanti waktunya, semuanya dilangkah satu per satu.

 

Saya Arnita Adam. Saya tidak hanya ingin menjadi guru yang mengajar di dalam kelas. Saya ingin menjadi guru yang meninggalkan jejak,  di hati anak-anak yang saya bimbing, di semangat warga yang berkumpul membaca, di senyum para lansia yang kembali memegang pena, di tulisan para penulis muda yang kini berani tampil. Dari ruang kelas sederhana, mimpi dinyalakan. Dari langkah kecil bersama, gerakan tumbuh. Dari ketulusan berkarya, jejak ditinggalkan yang tak akan hilang, selama ada orang yang 



melanjutkannya. Dan itulah yang akan saya lakukan: terus melangkah, menulis, mengajar, berbagi, selama napas masih dikandung badan.

 

Jumat, 18 September 2026


 
 
 
 

MODUL AJAR

BAHASA INGGRIS

GURU SMP NEGERI 7 RAMBAH SAMO

Tema Lomba : Penguatan Literasi dan Numerasi

A. INFORMASI UMUM MODUL

  • Nama Penyusun          : Arnita, S.Pd.
  • Instansi/Sekolah          : SMP Negeri 7 Rambah Samo
  • Mata Pelajaran            : Bahasa Inggris
  • Jenjang / Kelas            : SMP / IX
  • Fase                             : D
  • Materi                         : Procedure Text
  • Subjudul                      : How to Make Dragon Fruit Juice
  • Alokasi Waktu            : 3 x 6 Pertemuan (18 x 40 menit)
  • Tahun Pelajaran          : 2026/2027
  • Target Peserta Didik   : Peserta didik reguler
  • Jumlah Siswa              : ±30 peserta didik

B. KOMPONEN INTI

1. Capaian Pembelajaran

Pada akhir Fase D, peserta didik mampu menggunakan teks lisan, tulisan, visual, dan multimodal dalam Bahasa Inggris untuk berinteraksi dan berkomunikasi dalam konteks yang lebih beragam. Peserta didik mampu memahami tujuan, struktur, informasi tersurat dan tersirat, serta unsur kebahasaan berbagai jenis teks, termasuk procedure text. Peserta didik mampu menghasilkan teks tulisan dan visual yang terstruktur dengan kosakata yang sesuai serta menyampaikan informasi secara lisan dengan memperhatikan tujuan dan pemirsa.

2. Elemen dan Capaian yang Dikembangkan

Elemen

Keterampilan yang dikembangkan

Menyimak

Memahami informasi lisan tentang bahan dan langkah membuat dragon fruit juice.

Membaca dan Memirsa

Mengidentifikasi tujuan, bahan, langkah, dan informasi penting dari procedure text/video.

Berbicara

Menjelaskan langkah pembuatan minuman menggunakan imperative sentences dan sequencing words.

Menulis

Menyusun procedure text sederhana dan terstruktur tentang cara membuat dragon fruit juice.

3. Tujuan Pembelajaran

·       Peserta didik mampu menjelaskan pengertian, tujuan, dan fungsi sosial procedure text.

·       Peserta didik mampu mengidentifikasi struktur procedure text: goal, ingredients/materials, dan steps.

·       Peserta didik mampu menemukan kosakata dan unsur kebahasaan yang umum digunakan dalam procedure text.

·       Peserta didik mampu menggunakan imperative sentences, action verbs, adverbs, dan sequencing words dengan tepat.

·       Peserta didik mampu menyusun langkah-langkah membuat dragon fruit juice secara runtut.

·       Peserta didik mampu menulis procedure text berjudul “How to Make Dragon Fruit Juice”.

·       Peserta didik mampu mempresentasikan prosedur dalam bentuk video pembuatan dragon fruit juice secara lisan dan audio visual dengan percaya diri.

·       Peserta didik mampu bekerja sama, menjaga kebersihan, dan menunjukkan sikap bertanggung jawab selama praktik.

4. Pemahaman Bermakna

Procedure text membantu peserta didik menyampaikan cara melakukan atau membuat sesuatu secara jelas, runtut, dan mudah diikuti. Melalui kegiatan membuat dragon fruit juice, peserta didik menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi nyata sekaligus belajar memilih bahan yang sesuai, menjaga kebersihan, bekerja sama, dan menghargai makanan/minuman sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

5. Pertanyaan Pemantik

·       Have you ever made fruit juice by yourself?
·       What ingredients do we need to make dragon fruit juice?
·       What should we do first?
·       Why do the steps have to be in the correct order?
·       What action verbs can we use to explain the process?
·       How can we make the procedure easy for other people to follow?

6. Profil Pelajar Pancasila

·       Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
·       Bergotong royong
·       Mandiri
·       Bernalar kritis
·       Kreatif
·       Berkebinekaan global

7. Kata Kunci

Procedure text; goal; ingredients; steps; action verbs; imperative sentences; first; next; then; after that; finally; blend; peel; cut; pour; add; serve.

8. Asesmen

·       Asesmen diagnostik
·       Asesmen formatif
·       Asesmen sumatif
·       Asesmen individu
·       Asesmen kelompok
 
Jenis asesmen : Tertulis, lisan, observasi, unjuk kerja, produk, presentasi, dan proyek.
  • 9. Model dan Metode Pembelajaran

  • Model : Project Based Learning (PjBL) dipadukan dengan pendekatan berbasis teks.
  • Metode : Diskusi, tanya jawab, demonstrasi, membaca, menyimak, latihan terbimbing, praktik, presentasi, dan refleksi.
  • Pengaturan : Individu, berpasangan, dan kelompok.

  • 10. Media, Alat, dan Bahan

  •       Laptop/HP, LCD/proyektor, speaker.
  •       Gambar/video tentang dragon fruit juice.
  •       LKPD/worksheet.
  •       Buah naga, air/susu secukupnya, gula atau madu sesuai kebutuhan, es batu (opsional).
  •       Blender, pisau, talenan, gelas, sendok, wadah.
  •       Tisu/serbet dan alat kebersihan.11. Persiapan Pembelajaran
  •       Menyiapkan modul, LKPD, gambar/video, dan bahan presentasi.
  •       Menyiapkan bahan dan alat praktik dengan memperhatikan keamanan penggunaan pisau dan  blender.
  •        Membagi peserta didik ke dalam kelompok secara heterogen.
  •       Menyiapkan rubrik penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  •       Memastikan kebersihan ruang dan alat praktik.

    12. Materi Pembelajaran

     A. Pengertian Procedure Text

  • Procedure text is a text that tells us how to do or make something through a series of steps

    B. Social Function

  • To explain how to make or do something clearly and in the correct order

    C. Generic Structure

  •       Goal/Title: menunjukkan tujuan atau hasil yang akan dibuat.
  •        Ingredients/Materials: menyebutkan bahan dan alat yang diperlukan.
  •       Steps/Methods: menjelaskan langkah-langkah secara berurutan.

    D. Language Features

  •        Imperative sentences: Peel the dragon fruit. Cut the fruit. Blend the fruit.
  •        Action verbs: peel, cut, wash, add, pour, blend, mix, serve.
  •        Sequencing words: first, next, then, after that, finally.
  •        Simple present tense untuk instruksi umum.
  •      Adverbs/adverbial phrases untuk memperjelas cara atau urutan.

    E. Model Text: How to Make Dragon Fruit Juice

  • Goal: How to Make Dragon Fruit Juice
  • Ingredients and materials:
  • 1 dragon fruit
  • 200–250 ml water or milk
  •  1–2 tablespoons sugar or honey (optional)
  •  Ice cubes (optional)
  •  A blender, knife, cutting board, spoon, and glass 
  • Steps:    
  •  First, wash the dragon fruit.
  • Next, peel the dragon fruit and cut it into small pieces.
  • Then, put the dragon fruit pieces into the blender.
  • Add water or milk and sugar or honey.
  •  Blend the ingredients until smooth.
  • After that, pour the juice into a glass.
  •  Finally, add ice cubes if desired and serve the juice.

F. Vocabulary

English

Indonesian

dragon fruit

buah naga

Juice

jus

Peel

kupas

Cut

potong

Wash

cuci

Blend

blender/campur dengan blender

Add

tambahkan

Pour

tuangkan

Smooth

halus

Serve

sajikan

Ingredients

bahan-bahan

Glass

gelas

ice cubes

es batu

Honey

madu

13. Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1 – Introducing Procedure Text

  • Kegiatan Awal

  •       Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, presensi, dan apersepsi      Guru menampilkan gambar buah naga dan jus buah. Peserta didik menyebutkan kosakata yang mereka ketahui.

  • Kegiatan Inti

      Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman membuat jus.
      Guru memperkenalkan pengertian, tujuan, dan fungsi sosial procedure text.
·      Peserta didik mengamati contoh procedure text sederhana dan mengidentifikasi goal, ingredients/materials, dan steps.
·       Guru dan peserta didik membahas jawaban bersama.
·       Peserta didik mengerjakan latihan identifikasi struktur teks.

Kegiatan Penutup

·       Guru melakukan observasi dan asesmen formatif.

Pertemuan 2 – Vocabulary and Language Features

Kegiatan Awal

·       Guru mengulas materi pertemuan sebelumnya.
·       Guru mengenalkan kosakata yang berkaitan dengan pembuatan dragon fruit juice.

Kegiatan Inti

·       Peserta didik mencocokkan kata kerja dengan gambar: wash, peel, cut, add, blend, pour, serve.
·       Guru menjelaskan imperative sentences dan sequencing words.
·       Peserta didik mengubah kata kerja menjadi instruksi sederhana.
·       Peserta didik menyusun kalimat acak menjadi langkah yang benar.
·       Peserta didik berlatih membaca instruksi secara berpasangan.

Kegiatan Penutup


·       Guru memberikan umpan balik.

Pertemuan 3 – Reading and Understanding the Model Text


Kegiatan Awal

·       Guru menampilkan teks “How to Make Dragon Fruit Juice”.
·       Peserta didik membaca teks secara mandiri dan bergantian.

Kegiatan Inti

·       Peserta didik menggarisbawahi action verbs dan melingkari sequencing words.
·       Peserta didik menemukan bahan dan alat yang digunakan.
·       Peserta didik menjawab pertanyaan pemahaman isi teks.
·       Guru membimbing peserta didik menemukan hubungan antara struktur dan isi teks.
·       Kelompok menyusun kartu langkah pembuatan jus sesuai urutan.

Kegiatan Penutup

·       Guru melakukan penilaian proses.

Pertemuan 4 – Listening and Speaking Practice


Kegiatan Awal

·       Guru membacakan atau memutar audio/video prosedur pembuatan jus.
·       Peserta didik mencatat kata atau langkah penting yang mereka dengar.

Kegiatan Inti

·       Peserta didik melengkapi teks rumpang berdasarkan informasi yang didengar.
·       Guru memberi contoh pelafalan kata-kata penting.
·       Peserta didik berlatih menjelaskan langkah pembuatan jus secara berpasangan.
·       Beberapa peserta didik melakukan mini presentation.

Kegiatan Penutup

·       Teman memberikan umpan balik sederhana berdasarkan kelancaran, urutan, dan ketepatan kosakata.

Pertemuan 5 – Writing a Procedure Text


Kegiatan Awal

·       Guru mengulas kembali generic structure dan language features.
·       Peserta didik membuat draft “How to Make Dragon Fruit Juice”.

Kegiatan Inti

·       Peserta didik menuliskan goal, ingredients/materials, dan steps.
·       Guru membimbing penggunaan imperative sentences dan sequencing words.
·       Peserta didik bertukar draft dengan teman untuk peer review.
·       Peserta didik memperbaiki tulisan berdasarkan masukan.

Kegiatan Penutup

·       Guru memeriksa draft dan memberikan umpan balik.

Pertemuan 6 – Project, Presentation, and Assessment


Kegiatan Awal

·       Guru menjelaskan prosedur praktik dan aturan keselamatan/kebersihan.
·       Kelompok menyiapkan bahan dan alat.

Kegiatan Inti

·       Peserta didik membuat dragon fruit juice sambil menggunakan Bahasa Inggris untuk memberikan instruksi.
·       Setiap kelompok mempresentasikan procedure text dan/atau mendemonstrasikan langkahnya.
·       Guru menilai produk, keterampilan berbicara, ketepatan prosedur, kerja sama, dan kebersihan.
·       Peserta didik mengerjakan tes sumatif singkat.

Kegiatan Penutup

·       Guru dan peserta didik melakukan refleksi serta menyimpulkan pembelajaran.

14. Pelaksanaan Asesmen


A. Asesmen Diagnostik

Pertanyaan awal: What is a procedure text? Have you ever made juice? Mention three action verbs used when making juice.

B. Asesmen Pengetahuan

·       Menjelaskan pengertian dan tujuan procedure text.
·       Mengidentifikasi generic structure.
·       Menentukan bahan, alat, dan langkah berdasarkan teks.
·       Mengidentifikasi imperative sentences, action verbs, dan sequencing words.

C. Asesmen Keterampilan

Produk: procedure text “How to Make Dragon Fruit Juice”. Unjuk kerja: presentasi/demonstrasi pembuatan dragon fruit juice.

D. Asesmen Sikap

Observasi: tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, disiplin, kebersihan, dan keselamatan kerja.

15. Rubrik Penilaian

Aspek

4

3

2

1

Struktur teks

Goal, ingredients, steps lengkap dan tepat

Ada sedikit kekurangan

Ada beberapa bagian kurang

Struktur tidak jelas

Kosakata & grammar

Sangat tepat dan variative

Umumnya tepat

Masih ada banyak kesalahan

Sulit dipahami

Urutan langkah

Semua langkah runtut

Hampir seluruhnya runtut

Beberapa langkah tidak runtut

Tidak runtut

Pelafalan & kelancaran

Jelas, lancar, percaya diri

Cukup jelas dan lancar

Sering berhenti/salah ucap

Sulit dipahami

Kerja sama & praktik

Sangat aktif, bersih, aman

Aktif dan cukup tertib

Perlu banyak arahan

Tidak menunjukkan tanggung jawab

16. Pengayaan dan Remedial

 Pengayaan

Peserta didik yang sudah mencapai tujuan membuat procedure text lain, misalnya “How to Make Mango Juice” atau “How to Make a Fruit Salad”, kemudian membuat poster/video pendek berbahasa Inggris.

Remedial

Peserta didik yang belum tuntas diberikan pembelajaran ulang dengan gambar berurutan, word bank, kalimat berpola, tutor sebaya, dan latihan menyusun steps sebelum menulis teks lengkap.

17. Refleksi Guru

·       Apakah tujuan pembelajaran tercapai?

·       Berapa persen peserta didik mencapai ketuntasan?

·       Bagian mana yang paling berhasil?

·       Kesulitan apa yang dialami peserta didik?

·       Apakah media dan praktik membantu pemahaman?

·       Apa perbaikan untuk pertemuan berikutnya?

18. Refleksi Peserta Didik

·       What did you learn today?

·       Which vocabulary is easy or difficult for you?

·       Can you explain how to make dragon fruit juice in English?

·       Which activity did you enjoy most?

·       What will you improve next time?

C. LAMPIRAN

Lampiran 1 – LKPD 1: Identify the Structure

Read the text “How to Make Dragon Fruit Juice”. Write G for Goal, I for Ingredients/Materials, and S for Steps beside each part.

Lampiran 2 – LKPD 2: Put the Steps in Order

·       Pour the juice into a glass.

·       Peel and cut the dragon fruit.

·       Blend the ingredients until smooth.

·       Wash the dragon fruit.

·       Add water or milk and sugar.

·       Serve the juice.

Task: Number the sentences from 1–6 in the correct order.

Lampiran 3 – LKPD 3: Complete the Sentences

·       First, ______ the dragon fruit.

·       Next, ______ the fruit into small pieces.

·       Then, ______ the fruit into the blender.

·       After that, ______ the ingredients until smooth.

·       Finally, ______ the juice in a glass.

Lampiran 4 – Writing Task

Write your own procedure text with the title “How to Make Dragon Fruit Juice”. Include: Goal, Ingredients/Materials, and Steps. Use at least five action verbs and three sequencing words.

Lampiran 5 – Speaking Task

Present the procedure in front of the class or demonstrate the process in a group. Use English instructions such as First…, Next…, Then…, After that…, and Finally….

Lampiran 6 – Kunci Jawaban Singkat

LKPD 1: Goal = How to Make Dragon Fruit Juice; Ingredients/Materials = ingredients and tools; Steps = the sequence of actions. LKPD 2: 1 Wash; 2 Peel and cut; 3 Add water/milk and sugar; 4 Blend; 5 Pour; 6 Serve. LKPD 3: wash, cut, put, blend, pour/serve (sesuai konteks kalimat).

Lampiran 7 – Glosarium

dragon fruit = buah naga

juice = jus

peel = kupas

cut = potong

wash = cuci

blend = blender/campur dengan blender

add = tambahkan

pour = tuangkan

smooth = halus

serve = sajikan

ingredients = bahan-bahan

glass = gelas

ice cubes = es batu

honey = madu

procedure text = teks prosedur

goal = tujuan

steps = langkah-langkah

action verb = kata kerja tindakan

imperative sentence = kalimat perintah

sequencing word = kata penanda urutan

Lampiran 8 – Daftar Pustaka

·       Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Dokumen Kurikulum Merdeka dan Capaian Pembelajaran Bahasa Inggris Fase D.

·       Derewianka, B. Exploring How Texts Work. Heinemann Educational Books.

·       Gibbons, P. Scaffolding Language, Scaffolding Learning. Heinemann.

·       Sumber gambar/video pembelajaran dan lingkungan sekitar sekolah yang relevan dengan materi procedure text. 

 

 

          Mengetahui                                              Rambah Samo,  3 Februari  2026

                     Kepala SMPN 7 Rambah Samo                                          Pemohon,

 ttd                                                           ttd

 Ardianto, S. Pd                                             Arnita

        Nip.198207272009011007                    Nip. 198001262008012011