Senin, 24 Juni 2019

HUT DESA LANGKITIN Ke - 16

HUT DESA LANGKITIN KE – 16.

(23/6/2019)
Merayakan hari jadi Desa Langkitin kecamatan Rambah Samo kabupaten Rokan Hulu menggelar beberapa lomba antara lain lomba Azan, Lomba membaca ayat pendek, lomba tartil, dan lomba rebana serta gerak jalan santai yang diikuti seluruh lapisan masyarakat Desa Langkitin.  Kegiatan tersebut disambut antusias oleh seluruh masyarakat Desa Langkitin.

Menurut bapak kepala Desa Langkitin Refli Nasution, kegiatan lomba ini tujuanya untuk memgajak seluruh lapisan masyarakat Desa Langkitin untuk berpartisipasi demi meningkatkan kualitas keagamaan dikalangan masyarakat Desa Langkitin.

“Kita selama ini tidak pernah mengadakan acara peringatan hari ulang tahun Desa Langkitin.  Jadi selama ini masyarakat kita dalam membangun desa, partisipasinya sangat jauh, sangat kurang sekali, apalagi dibidang agama.  Mumpung ini tahun baik, ulang tahun Desa Langkitin kami berinisiatif membuat momen-momen kegiatan yang bergerak dibidang keagamaan agar masyarakat Desa Langkitin ikut beepartisipasi. Inilah tujuan kami”

Kegiatan gerak jalan santai yang dilaksanakan pada hari minggu 23/6/2019 ini juga langsung dipimpin oleh kepala Desa Langkitin dan hampir seluruh lapisan kalangan masyarakat turut andil dalam kegiatan ini, baik anak-anak, remaja hingga orang tua, semua berduyun-duyun membentuk barisan dengan tertib.

“Seluruh Masyarakat Desa Langkitin hadir untuk mengikuti kegiatan ini, bahkan masyarakat desa tetangga juga ikut menyaksikan kegiatan HUT Desa Langkitin. Kalau untuk peserta gerak jalan santai lebih kurang 1000 orang” tuturnya



(Bapak Kepala Desa Langkitin Refli Nasution memimpin rombongan gerak jalan santai pada kegiatan HUT Desa Langkitin yang ke-16)

Salah seorang masyarakat Desa Langkitin, Arnita Adam (39 tahun) berharap agar kegiatan ini terus berlanjut dimasa yang akan datang
“Kegiatan positif yang membuat masyarakat kembali belajar dan belajar dibidang keagamaan sangat bermanfaat sekali, hendaknya kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai kegiatan ini saja, tetapi berlanjut dan diterapkan pada kehidupan sehari-hari” imbuhnya




(Salah satu group peserta Rebana pada kegiatan lomba Rebana dalam memperingati HUT Desa Langkitin Yang ke – 16 )

Rabu, 28 Maret 2018


SIARA BERSAMA RADIO HARMONI ROKAN HULU 91,8 FM
22 Maret 2018 =  Hari Film Nasional 
PUKUL : 20:00 - 22:00 WIB
Nara Sumber Arnita Adam dan Bapak Asep Odang Kurnia
TEMA : HARI FILM NASIONAL


Budaya Literasi Film dan Pendidikan
Lihatlah serbuan budaya Korea di ibu pertiwi. Gelombang korea menimbulkan para remaja dan anak-anak mengalami demam Korea. Apa pun akan dilakukan para K-Popers demi melihat tayangan Korea. Tambah media televisi mengamini. Masih ingat goyangan lagu Gangnam style. Ya lagu K-Pop itu menggoyang dunia termasuk Indonesia pada tahun 2012. Tarian “menunggang kuda” menjadi khas.

Ditirukan oleh anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa. Lebih seru lagi ada boy band dan girl band serta drama Korea yang telah mewabah budaya di Indonesia. Apa pun akan dilakukan para K-Popers untuk menikmati sajian Korea. Bahkan seri film, tokoh film, lagu, hingga kehidupan pribadi artis Korea menjadi konsumsi pembicaraan di kalangan remaja. Boleh dikata, agresi budaya Korea merauk keberhasilan di negara tercinta. Ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, hembusan budaya Korea juga mendongkrak produk-produk mereka pula.

Agresi budaya asing melalui berbagai pernak perniknya merupakan ancaman bagi jati diri bangsa. Lima, sepuluh, bahkan ganti generasi kekhawatiran kehilangan jati diri sebuah keniscayaan jika tidak ada upaya pembinaan dari pemangku kekuasaan. Film merupakan pertunjukan audio visual yang menghadirkan lengkap cerita beserta aspek sosial budayanya. Adat, tradisi, pakaian, tingkah laku, dan gaya hidup ada di situ.

Perkuat budaya nasional
Era teknologi informasi, era digital, ‘peperangan budaya’ sedang terjadi. Sekat-sekat batas teritorial dan budaya seakan sudah tipis. Kecanggihan teknologi seperti internet telah membuat produk budaya dari suatu negara mudah diakses. Ya kita hidup dalam budaya multikulturalisme. Hal inilah yang perlu kita antipasi jangan sampai “peperangan budaya’ melunturkan budaya bangsa. Oleh karena itu perlu strategi untuk memperkuat budaya nasional dengan membangun literasi film nasional berlatar budaya daerah di Indonesia.

Sebenarnya kita patut bangga, pernah ada film tanah air yang menjadi tuan rumah di negara sendiri seperti film garapan Riri Reza yang dirilis tahun 2008. Ya judul film Laskar Pelangi, adaptasi dari novel Laskar Pelangi. Berlatar di sebuah desa Gantung, kabupaten Belitung Timur dengan mengungkapkan permasalahan pendidikan, film itu mampu menghipnotis ratusan orang untuk berbondong-bondong menonton di bioksop.

Film itu juga mampu membukakan mata pendidik, siswa, dan masyarakat tentang keterbatasan dalam pendidikan tidak menghalangi capaian prestasi. Terbukti anak-anak Laskar Pelangi mampu memenangkan lomba cerdas cermat mengalahkan sekolah kaya. Selain itu, film itu menambah wawasan kita tentang geografis Kabupaten Belitung, mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar buruh di pertambangan, dan sumber daya alam tinggi tetapi ekonomi lemah.

Maju ke tahun 2010, ada film yang menceritakan latar budaya Jawa di Kauman, Yogyakarta. Kita bisa melihat di sana tradisi kejawen yang kental di masyarakat, pakaian beskap, bahasa Jawa, sekolah priyayikweekschool, keagungan keraton, Masjid besar Kauman, dan sebagainya. Ya film itu berjudul Sang pencerah. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo itu menceritakan kisah awal berdirinya Organisasi Muhammadiyah. Film itu termasuk film biopik seperti film Sukarno, Jenderal Sudirman, Sang Kiai, Gie, dan sebagainya.

Memang kalau dianalisis, ada korelasi antara budaya dengan ekonomi. Seperti pemerintah Korea yang mendukung penuh kemajuan budaya di negaranya sehingga memberikan pengaruh pada keterjualan produk-produk mereka di luar negeri. Dari fashion, gaya rambut, pernak-pernik yang lain sangat laris terjual. Dengan demikian memperkuat budaya nasional merupakan keharusan.

Salah satunya seperti yang digagas Pak Menteri dengan memarakkan film Indonesia berlatar budaya Indonesia. Keunikan kultur setiap daerah di Indonesia perlu digali dan disajikan dalam cerita film yang menarik. Setiap pemerintah daerah meluangkan waktu untuk menggarap film berlatar daerah masing-masing.

Mengakrabkan film dengan sekolah
Film bisa menjadi media pembelajaran di sekolah. Ada  salah satu kompetensi dasar pembelajaran bahasa Indonesia yakni meresensi film. Para siswa diberi kesempatan untuk menikmati setiap alur film kemudian menghasilkan ulasan-ulasan kelebihan dan kekurangan film. Sebagian besar anak-anak tertarik mengikuti pembelajaran tersebut.

Namun, hal yang paling serius dilakukan pengajar adalah menyediakan fasilitas media film yang cocok untuk kalangan pendidikan. Sudah menjadi cerita umum jika produksi film mengikuti arus pangsa pasar. Memang tujuan dari semua itu agar film laku keras di masyarakat. Produksi film tidak terlepas dari unsur seks dan kekerasan. Bahkan film yang meneskplorasi seks dan kekerasan laku di pasaran.

Dengan adanya gagasan dari Pak Menteri, maka perlu kiranya ada tindak lanjut dari Pemerintah Daerah, para seniman dan budayawan untuk berikhtiar memproduksi film yang berlatar budaya daerah nusantara. Kangen juga mengharapkan melihat permainan tradisional seperti dakon, jamuran, gobag sodor dieksplorasi dalam film.

Kangen juga membayangkan tarian-tarian daerah seperti jaipong, lengger, tari kecak menjadi latar dalam film. Kangen juga menyaksikan geografis daerah dengan segala pernak-pernik kultural serta bahasa menghiasi layar kaca bioskop. Semoga langkah-langkah ini bisa mereduksi agresi budaya asing di negara kita tercinta dan menjaga tetap teguhnya jati diri bangsa.

Selasa, 27 Maret 2018

Perjalanan Umrah

PERJALANAN UMRAH

Oleh : Arnita Adam

Thanks to:

Bisa berkunjung ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh tentu saja dambaan setiap muslim. Kabah adalah Baitulloh dan seorang hamba pasti rindu untuk datang kerumah Allah.  Bahkan yang telah berkali-kali pergi masih rindu utuk datang kembali ke Baitullah.

Oleh karena itu izinkan aku mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kesempatan kepada untuk datang ke baitullah dan menulis buku ini.  Sholawat dan salam saya haturkan kepada proklamator islam Nabi Muhammad Saw yang menjadi penerang alam dengan iman, islam dan pengetahuan. Semoga syafa’at beliau menerangi di yaumil mahsyar Amin.

Setelah sukses menulis buku perjalanan ke tiga negara dengan judul “My Story Of My Journey to 3 Countries” saya semakin tertantang untuk menulis buku perjalanan berikutnya.  Teman-teman sudah mulai menrencanakan perjalanan berikutnya, ke Jepang, Korea, Abu Dhabi hingga Dubai. 
Tawaran teman-teman untuk travel ke berbagai belalahan bumi mulai berdatangan dari Asia hingga Eropa, membuat aku kebingungan yang mana harus kupilih satu.  Namun aku berpikir lain, dan berkata pada diriku sendiri  “Berapakah manfaat yang aku dapatkan dengan jalan-lajan ke luar negeri,  yang pasti akan menghabiskan uang cukup banyak.  Lebih baik aku pergi umrah, selain ibadah dan bisa minta doa di tempat yang mustajab.  Namun sudah sekalian juga keluar negeri” semakin aku pikirkan kata-kata itu, semakin kuat keinginanku untuk umrah.
Akhirnya saya pun googling dan mencari agent travel umrah yang nyaman dan terjangkau kantongku. Saya mulai mengecek segala fasilitas yang ditawarkan, mulai biaya umrah, hotel, juga bus yang disediakan. Dan akhirnya saya mendapat satu info paket umrah menarik dengan biaya terjangkau.  Saya menemui tour leadernya.  Lalu berbicang panjang lebar, lalu membulatkan tekat ke Baitullah bersama Albadriyah Wisata.

Terima kasih buat My beloved sister yang udah support apapun yang saya lakukan, juga buat keluarga besar, mama, abang, adik, terima kasih semuanya. Tak lupa segenap tim penerbit, editor, layouter, desain cover yang sudah membantu dalam penerbitan buku ini. Serta segenap karyawan PT. Al Badriya Wisata, khususnya Ica Daniyati. S, Kep yang sudah membantu dalam menyediakan data.  Terkhusus lagi,  saat saya mengguhubungi Pimpinan Cabang Rokan Hulu, Salahotma.  Beliau langsung tanggap dan membantu sepenuhnya saat saya menyampaikan ikut umrah dengan niat ibadah dan menulis perjalanannya berharap menjadi media dakwah.  Bahkan dengan kebaikannya beliau menempatkan saya selalu bersama beliau dalam perjalanan umrah ini.    Bukan hanya itu saja, selama proses pencarian data di tanah suci, beliau sangat membantu dengan mewawancarai berbahasa arab dan aku berbahasa Inggris kepada narasumber.

Tak lupa tentunya ucapan terima kasih penulis untuk muthoif   selama di Arab Saudi. Serta  segenap pembaca yang baik hati yang telah membaca buku ini, buku ini tidak ada artinya tanpa kalian. Dan penulis berdoa khusus bagi para pembaca dan pembeli buku ini  di mekah dan madinah semoga Allah memanggilnya ke Baitullah segera.  Amin.  Semoga bermanfaat. Salam hangat.

Penulis,

Selasa, 21 November 2017

Pelatihan online

PELATIHAN MENULIS  ONLINE
FLP ROKANHULU

Hari         :  Selasa
Tanggal  : 21 November 2017
Pukul       : 20:30 - 21:30 wib
Pemateri  : nafi'ah al Ma'rab
Moderator : Arnitaadam

Materi :
Mari Mulai Menulis

Oleh: Nafi’ah al-Ma’rab

Kenapa aku harus menulis? Bukankah itu pekerjaan mereka yang punya hobi menulis saja? Aku tak hobi menulis, karena menurutku kurang menarik.

Barangkali ada di antara kita yang berpikir demikian, tak mengapa. Tapi silakan baca sedikit pengalaman saya.

Saya awalnya bukan siapa-siapa. Mahasiswa bernilai pas-pasan yang kadang-kadang saja beruntung mendapat nilai A. Bahkan tamat dengan IPK 3 pun itu sebuah perjuangan. Saya selalu aktif hadir di acara-acara sebagai pendengar, melihat dan kadang ngobrol sendiri.

Saat diminta untuk berbicara di depan orang banyak, saya selalu berkilah supaya jangan saya dong, malu, saya nggak punya apa-apa yang pantas untuk disampaikan. Saya merasa diri saya kosong, terus begitu seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya.

Suatu hari saya berkenalan dengan yang namanya puisi. Entah mengapa saya langsung jatuh cinta. Saya merasa menemukan hal yang berbeda di sana.

Lalu saya pun mulai sering membacanya, mencoba menuliskannya meski saya sendiri tak yakin jika tulisan yang saya buat bisa dikatakan sebagai puisi. Selepas saya cinta pada puisi, saya semakin menggilai. Saya mencari puisi kemana-mana, pustaka, toko buku dan jalanan-jalanan hingga ke Jogja. Saya melahap banyak buku puisi dan mulai menuliskannya.

Berpuluh-puluh saya tulis hingga akhirnya ada yang nyangkut di media massa. Orang-orang mulai menoleh ke arah saya. Ada yang bilang, ‘eh kamu bisa nulis juga ya? Hebat.’

Selepas itu saya mulai mendapatkan undangan untuk membaca puisi di acara-acara puisi, walaupun akhirnya semua itu saya tolak. Cinta saya ternyata mulai terbagi pada cerpen. Hai, sejak itu pula lah saya mulai jatuh cinta lagi. Lalu saya pun memulai perburuan pada cerpen. Membacanya, menuliskannya dan mengirimkannya.

Demikian seterusnya, saya selalu menemukan cinta yang baru pada tulisan. Artikel online, resensi, essai hingga yang terakhir novel. Sementara saya terus jatuh cinta, saya menemukan banyak hal luar biasa dari kekuatan cinta saya.

Orang-orang mulai memanggil saya untuk berbicara di hadapan mereka, memanggil saya untuk memberi hadiah penghargaan, dan saya pun tak jarang mendapat curhatan dari pembaca yang merasa terinspirasi kebaikan dari apa yang saya tuliskan. Saya tidak tau mengapa semuanya akhirnya bisa berubah.

Saya merasa lebih berguna bagi orang lain, dibandingkan dulu sebelum saya menulis. Saya pun merasa rezeki saya lebih terbuka setelah saya menulis. Dan saya bisa mengajak orang untuk berbuat baik karena saya menulis. Saya bisa bertemu dengan para pejabat, penulis besar dan orang-orang hebat setelah saya menulis. Saya merasa lebih mengingat Allah setelah saya menulis. Ketika saya menulis, saya harus mengingat Allah dalam tulisan saya. Semua itu agar saya tak menjadin kufur atas segala nikmat yang telah diberikan.  

Menulis merupakan jalan yang akan menghantarkan kita pada sesuatu yang luar biasa, hal-hal yang tak pernah kita pikirkan. Jika hari ini kau menganggap dirimu orang biasa, maka menulis lah untuk sebuah keluarbiasaan, dirimu dan orang-orang di sekitarmu.

21 November 2017

Yang aktif dan bertanya :

- Maetra di pasir pengaraian
- Lely di DU SKP C
- Septi winarti dari dk3 skpc
- Ayu suryana di kumu
- Yuni lestari di pasir pengaraian
- Asmara syahied di Rokan Hulu
- Anisa humairoh di Medan
- Fauziah hanum di Padang

Pelatihan berjalan dengan seru dan lancar.

Kamis, 16 November 2017

LENGGOK MEDIA PRODUCTION

*LENGGOK MEDIA PRODUCTION  (LMP)*

Oleh : Arnitaadam

Lenggok media production adalah sebuah komunitas penulis Rokan Hulu. 

Berdirinya komunitas ini  dilatar belakangi oleh keprihatinan Nur Atika pribadi terhadap perkembangan literasi Rokan Hulu. tidak adanya kelompok sosial yg bergerak secara berkesinambungan untuk menumbuhkan minat baca dan menulis di daerah tersebut.

"Ide mendirikan Lenggok media production sebenarnya  sudah ada sejak 3 tahun yg lalu" tutur Pemimpin Lenggok media Nur Atika. Namun yang
dibutuhkan Nur Atika pada waktu itu adalah ilmunya terlebih dahulu oleh sebab itu Nur Atika  menuntut ilmu sastra di fakultas ilmu budaya UNILAK pekanbaru.

Pada tanggal 23 Maret 2017   Lenggok Media Production resmi didirikan bersama 8 orang penulis Rokan Hulu yakni ; Nur Atika, Arnitaadam,
Nirma Herlina, Riska Mufida, Uly oktavia,
Suryanti, Febri Wulandari, Akbar Maulana.

Para penulis ini Nur Atika temukan di media sosial dan media massa.  Lalu mereka mengadakan pertemuan di perpustakaan Islamic Center. Hingga saat ini anggota  lenggok media production sudah berkembang sebanyak 20 orang. Terdiri dari dosen, guru, mahasiswa dan pelajar.  Mereka yang berminat di bidang literasi dan bersomisili di Rokan Hulu, mau bergerak untuk perkembangan literasi negrinya tanpa pamrih.

Lenggok media production yang dipimpin oleh Nur Atika ini mempunyai visi *membentuk generasi berbudaya dan cinta negeri melalui dunia literasi*

Misi lenggok media production ada 4 hal yakni pertama, berorientasi kebudayaan, kedua mengembangkan potensi  membaca, menulis dan berbicara, ketiga peduli terhadap Pendidikan dan masyarakat, keempat mencintai dunia literasi dan menghasilkan karya Seni.

Tetapi meskipun umurnya baru dalam hitungan bulan. Sepak terjangnya cetar membahana

Terbukti dengan event lomba baca puisi tingkat SMP /Mts dan lomba musikalisasi tingkat SMA / MA yang di taja lenggok media production pada tanggal 12 Agustus 2017. Yang menghadirkan bintang Tamu Jefri Al Malay  (Johan penyair panggung Asia Tenggara)

Tak cuma itu, Lenggok media production juga di undang untuk mengikuti Hari Puisi Indonesia yang di selenggarakan oleh Komunitas Seni Rumah Sunting dan Riau Pos pada tanggal 3-6 Agustus 2017

Selanjutnya Lenggok media production menjadi tuan rumah dalam acara Kenduri Puisi dengan tema "Sumpah Pemuda adalah Puisi" yang dihadiri penulis-penulis dan  penyair-penyair dari komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru turut serta penulis dan penyair Riau, diadakan pada tanggal 28-29 Oktober 2017

Kemudian Lenggok Media Production tak terhenti sampai disitu. Pada tanggal 22 November 2017 mengadakan lomba membaca puisi tingkat SD/MI  se-kabupaten Rokan Hulu  berkerja sama dengan Bank Mandiri.

Dalam Rangka meningkatkan pengetahuan tentang Rokan Hulu.  Lenggok Media Production juga mengadakan lomba menulis cerita rakyat yang masih sedang berlangsung.

Kegiatan Lenggok Media Production bukan hanya bertumpu pada event saja. Untuk selalu mengasah keterampilan anggotanya Lenggok Media Production juga mengisi Siaran program  Penyair di Radio Harmoni 91,8 FM Rokan Hulu  secara berkala dan kontinyu.

Lenggok Media Production bisa di hubungi melalui :
Email : lenggokmedia@gmail.com
Facebook : lenggok media production (LMP)
Instagram              : lenggokmedia
Telphone&WA      : 082388859812

Sumber : Wawancara dengan Nur Atika pada tanggal 16 November 2017

Arnitaadam Seorang Guru dan Penulis Produktif di Riau

Arnitaadam Seorang Guru dan Penulis Produktif di Riau

Selamat malam, kali ini saya menulis tentang salah satu penulis yang produktif dan banyak menerbitkan bukunya di AE Publishing.

Diantaranya adalah Antara Matana dan Hujan, My Empress From The Past,  I Found You, A White Rose, dan Story of My Journey To 3 Countries.

Nama dari penulis itu adalah Arnita. Penulis satu ini mempunyai nama pena Arnitaadam.

Alasannya dalam menerbitkan buku  adalah buku merupakan tulisan yang akan membuat penulisnya dikenang selamanya.
Kata Mbak Nita kita boleh saja pintar setinggi langit tetapi jika tidak menulis,  ide atau ilmu kita akan hilang ketika kita mati, tetapi tulisan kita tidak akan pernah mati. Tulisan kita akan tumbuh berkembang sampai akhir zaman.

Penulis yang akrab dengan panggilan Nita ini,  bercita-cita menjadi seorang penulis semenjak tahun 2007 silam, tentunya dengan support dan dukungan dari keluarganya. Perempuan cantik ini tidak hanya sibuk sebagai seorang penulis, dia juga adalah seorang guru di SMP Negeri Rambah Samo, kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Nita biasanya menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan di waktu dini hari, tepatnya setelah beliau melakukan shalat tahajud. Biasanya Nita akan menulis hingga menjelang waktu subuh.

Menurut pendapatnya, menjadi penulis yang produktif adalah perihal mudah. Nulis saja setiap hari, katanya.
Tapi kalau Arnitaadam  sudah membiasakan menulis kapan saja punya ide. Tulis di mana saja, di Facebook, WhatsApp atau note book.  Nah setelah punya kesempatan baru dikembangkan dan dikemas sebaik mungkin.

Arnitaadam punya tips untuk pembaca. Menurutnya.

1.    Membaca itu adalah kebutuhan, bukan hanya sekedar hobi. Jadi membaca harus istiqomah.

2.    Bacalah buku minimal satu buku dalam seminggu.

3.  Jika lebih rajin lagi. Buat referensi buku yang telah di baca. Manfaatnya bisa memudahkan dalam mengingat dan menyimpulkan bahan bacaan. Terlebih lagi jika ada lomba referensi, Anda bisa langsung ikut lomba. Sebab Anda sudah ada referensi. Sebagai saran tambahan dari Nita untuk pembaca, agar lebih sering membaca buku baru. Karena buku adalah asupan gizi yang baik untuk ilmu pengetahuan.

Alasan Nita mempercayakan AE Publishing sebagai penerbit dalam menerbitkan buku-bukunya karena Nita merasa AE adalah penerbit indie yang professional. Terlebih lagi di AE terbilang cepat tanggap dan terpercaya. Promosi buku yang dilakukan AE juga terbilang cukup memuaskan.

Akan tetapi, Nita memiliki sedikit saran bagi penulis pemula yang menerbitkan buku di penerbitan indie. Agar mencoba promosi sendiri, sehingga hasilnya bisa maksimal. Selanjutnya bentuk suatu komunitas penulis dan pembaca, hal ini bisa membantu dalam melakukan promosi.

Jika ada yang ingin berinteraksi dengan Arnitaadam yang telah menuliskan tiga novel, satu kumpulan puisi, dan satu catatan perjalanan di AE Publishing ini bisa menghubungi lewat Facebook pribadinya Arnitaadam atau bisa juga lewat e-mail di arnitaadam.aa@gmail.com

Copy from aepublishing.id

Selasa, 14 November 2017

Lomba puisi se Rokan Hulu 2017

Assalamualaikum para pecinta literasi.
Lenggok media production kembali beraksi.
Kali ini kita buat lomba baca puisi siswa SD se-Kab. Rokan Hulu.
Rebut hadiah :
Juara I Rp.1juta* + trofy
Juara II Rp. 750.000* + trofy
Juara III Rp. 500.000* + trofy
*) hadiah uang berupa tabungan Bank Mandiri Kcp.  Pasir pengaraian.
Serta voucher makan dan minum gratis bagi harapan 1,2, dan 3 di daycinno cafe masing-masing untuk 2 orang. Serta sertifikat untuk semua peserta.
Lomba akan dilaksanakan pada 22 November 2017. Bertempat di Convention Hall Islamic center Rokan Hulu.
Syarat dan ketentuan,
Aktif sebagai siswa SD di Kab.  Rokan Hulu.
Membacakan satu puisi anak yg disediakan panitia
Aspek yg dinilai, 
- Artikulasi/vokal
- Penghayatan/penjiwaan
- penampilan/kepercayaan diri
Keputusan juri mutlak,  tidak dapat diganggu gugat.
Panitia hanya menyediakan akomodasi berupa kudapan bagi peserta.
Batas waktu pendaftaran 16 November 2017.
Ketentuan lain bisa ditanyakan kpd panitia.

Kuota terbatas, hanya utk 30 peserta dengan mengisi format berikut.
#Lenggok_lomba_puisi,(Nama SD), (Nama peserta).

Untuk informasi lebih lanjut,  hub cp:
Andrimar 082288331181
Auliya Syafitri 082388709223
Zunnurul Laila Ahmad 082381500336
Syarif 082383423632

Wassalam....

Copy from Andrimar AR Facebook
Voucher by Daycino