Kamis, 02 November 2017

Cinta online

CINTA ONLINE

OLEH: ARNITAADAM

Aku membaca pesannya di whatsaap,  setiap hari dia memang selalu begitu.  Memaparkan semua aktivitasnya, lalu dikuti photo dan sticker lucu.   Aku hanya menanggapi dengan singkat.

Aku memang tidak suka chattingan.  Namun semenjak pertemuan kami di Art Science Museum  Singapura tahun lalu,  membuat kami begitu dekat.  Saat itu aku adalah finalis dalam bidang studi Sains yang menjadi duta Indonesia dari universitas andalas.  Sementara dia adalah Finalis dari Chicago university.

Selama periode persentasi,  kami lumayan dekat dibanding peserta lain.  Terlebih lagi kami sama-sama mengidap penyakit imsonia,  biasanya kalau aku tidak bisa tidur,  aku akan menulis beberapa formula sains untuk aku praktekkan di laboratorium kampus.  Tetapi giliran dia tak bisa tidur,  dia malah chattingin aku.

Jonathan karney : Hi, Anita.

Anita :  Hi, Jonny.

Jonathan Karney :  Apa kamu sedang sibuk? Aku mau tanya banyak tentang kamu. Boleh?

Itu tipenya dia, selalu minta izin terlebih dahulu.

Anita  :  Tentang aku? Boleh…boleh.

aku sengera duduk di sofa mencari posisi wenak.

            Anita : kamu sedang ngapain?

            Jonathan karney :  aku sedang melihat photo-photo mu.  aku mau tahu gimana bentuk rambutmu?  selama kita di Singapura,  aku tidak pernah lihat kamu buka Jilbab!

Anita  :  rambutku? Panjang, lurus dan hitam.

Aku meletakkan hape diatas meja, lalu melangkah menuju kulkas, mengambil botol air minum, kemudian menuangnya ke dalam gelas.

Jonathan karney :  Rambutmu pasti sangat indah!  Aku berharap dapat melihatnya.

Sembari meletakkan gelas di meja, lalu mengambil hape,  membuka pesan Jonny.  Lalu membalasnya.

Anita  :  Kamu tidak boleh melihatnya, Jonny!

Jonathan karney :  Dalam photo aja kok, its not real, it’s virtual.

Dia memang sudah tahu kalau aku tidak pernah memperlihatkan rambutku pada orang lain.

Anita :  Tidak bisa!  Meskipun hanya dalam photo. Yang boleh melihatnya hanya suamiku dan muhrimku.

Jonathan karney : Kalau begitu aku mau jadi suamimu!  Mau kah engkau menikah denganku?

Anita :  Menikah dengan mu? Hahaha….

Sampai sakit perutku menahan tawa.  Kemudian aku terbatuk-batuk.  Segera kugapai   segelas air mineral di atas  meja. Lalu meneguknya sampai kandas.

Jonathan karney :  Kamu kenapa tertawa Anita? Apanya yang lucu? Aku sungguh serius menjadi your husband!

Anita : Kamu…kamu tahu ngak? Kamu adalah orang yang ke 171 melamarku lewat chattingan!

Jonathan karney :  Apa?  171 orang?  Sanginganku?  It’s carzy!  Trus apa jawabanmu?

Anita : Mereka semua aku tolak!

Jonathan karney : Mengapa?  Alasannya apa?  Trus lamaranku? Apa ditolak juga?

Anita : Iya, lamaranmu juga masuk dalam kategori ditolak!

Jonathan karney : Kenapa?

Anita  : Karena kita beda agama,  Jonny!

Jonathan karney :  Apa masalahnya kalau kita beda agama? Di sini boleh kok menikah beda agama, bahkan boleh menikah beda jenis.   Manusia boleh menikah dengan anjing, kuncing.  Kalau perlu dengan tiang sekalian dan mendaftarkannya ke balai pernikahan.  Lalu siapa yang melarang kita untuk menikah,  Anita?

Anita : Yang melarang kita menikah adalah tuhanku.

Jonathan karney : Apa kata tuhanmu?  Dan apa alasannya?

Anita :  Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.  Sesunggungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.  Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik dengan wanita-wanita mukmin sebelum mereka beriman, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari pada orang musyrik,  walaupun dia menarik hatimu.  Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya.  Dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia, supaya mereka mengambil pelajaran.

Jonathan karney :  Jadi itu kata tuhanmu!  Bagaimana jika aku masuk Islam?  Maukah engkau menikah dengan ku?

Anita : Tetep aja aku tidak mau!

Jonathan karney :  Nah itu kenapa lagi?  Kata tuhanmu sesudah beriman boleh menikah.  Lagipula kamu sudah mengenalku dengan baik!  kamu juga sudah mengenal orang tuaku.  Bahkan kita selalu sama-sama minum kopi saat kita pulang dari Art Saince Museum saat kita di Singapur. Kamu tahu betul ke pribadianku.  Kemudian hal apa lagi yang membuatmu menolak lamaranku?  Bahkan aku rela masuk Islam!

Anita:  Nah itu dia alasannya mengapa aku menolakmu!  Menurutku, islam itu datang dari hati dan dari hidayah Allah.  Bukan dari menikah Jonny!

Aku memperhatikan respon berikutnya.  Lama sekali chatingaku tidak dijawab.  Lebih dari 30 menit aku menunggu komentarnya.  Namun harapanku sirna,  setelah melihat lampu di akunnya mati.  Dia offline tanpa pamit.

*** End***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar