PELATIHAN MENULIS ONLINE
FLP ROKANHULU
Hari : Selasa
Tanggal : 21 November 2017
Pukul : 20:30 - 21:30 wib
Pemateri : nafi'ah al Ma'rab
Moderator : Arnitaadam
Materi :
Mari Mulai Menulis
Oleh: Nafi’ah al-Ma’rab
Kenapa aku harus menulis? Bukankah itu pekerjaan mereka yang punya hobi menulis saja? Aku tak hobi menulis, karena menurutku kurang menarik.
Barangkali ada di antara kita yang berpikir demikian, tak mengapa. Tapi silakan baca sedikit pengalaman saya.
Saya awalnya bukan siapa-siapa. Mahasiswa bernilai pas-pasan yang kadang-kadang saja beruntung mendapat nilai A. Bahkan tamat dengan IPK 3 pun itu sebuah perjuangan. Saya selalu aktif hadir di acara-acara sebagai pendengar, melihat dan kadang ngobrol sendiri.
Saat diminta untuk berbicara di depan orang banyak, saya selalu berkilah supaya jangan saya dong, malu, saya nggak punya apa-apa yang pantas untuk disampaikan. Saya merasa diri saya kosong, terus begitu seperti kebanyakan mahasiswa pada umumnya.
Suatu hari saya berkenalan dengan yang namanya puisi. Entah mengapa saya langsung jatuh cinta. Saya merasa menemukan hal yang berbeda di sana.
Lalu saya pun mulai sering membacanya, mencoba menuliskannya meski saya sendiri tak yakin jika tulisan yang saya buat bisa dikatakan sebagai puisi. Selepas saya cinta pada puisi, saya semakin menggilai. Saya mencari puisi kemana-mana, pustaka, toko buku dan jalanan-jalanan hingga ke Jogja. Saya melahap banyak buku puisi dan mulai menuliskannya.
Berpuluh-puluh saya tulis hingga akhirnya ada yang nyangkut di media massa. Orang-orang mulai menoleh ke arah saya. Ada yang bilang, ‘eh kamu bisa nulis juga ya? Hebat.’
Selepas itu saya mulai mendapatkan undangan untuk membaca puisi di acara-acara puisi, walaupun akhirnya semua itu saya tolak. Cinta saya ternyata mulai terbagi pada cerpen. Hai, sejak itu pula lah saya mulai jatuh cinta lagi. Lalu saya pun memulai perburuan pada cerpen. Membacanya, menuliskannya dan mengirimkannya.
Demikian seterusnya, saya selalu menemukan cinta yang baru pada tulisan. Artikel online, resensi, essai hingga yang terakhir novel. Sementara saya terus jatuh cinta, saya menemukan banyak hal luar biasa dari kekuatan cinta saya.
Orang-orang mulai memanggil saya untuk berbicara di hadapan mereka, memanggil saya untuk memberi hadiah penghargaan, dan saya pun tak jarang mendapat curhatan dari pembaca yang merasa terinspirasi kebaikan dari apa yang saya tuliskan. Saya tidak tau mengapa semuanya akhirnya bisa berubah.
Saya merasa lebih berguna bagi orang lain, dibandingkan dulu sebelum saya menulis. Saya pun merasa rezeki saya lebih terbuka setelah saya menulis. Dan saya bisa mengajak orang untuk berbuat baik karena saya menulis. Saya bisa bertemu dengan para pejabat, penulis besar dan orang-orang hebat setelah saya menulis. Saya merasa lebih mengingat Allah setelah saya menulis. Ketika saya menulis, saya harus mengingat Allah dalam tulisan saya. Semua itu agar saya tak menjadin kufur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Menulis merupakan jalan yang akan menghantarkan kita pada sesuatu yang luar biasa, hal-hal yang tak pernah kita pikirkan. Jika hari ini kau menganggap dirimu orang biasa, maka menulis lah untuk sebuah keluarbiasaan, dirimu dan orang-orang di sekitarmu.
21 November 2017
Yang aktif dan bertanya :
- Maetra di pasir pengaraian
- Lely di DU SKP C
- Septi winarti dari dk3 skpc
- Ayu suryana di kumu
- Yuni lestari di pasir pengaraian
- Asmara syahied di Rokan Hulu
- Anisa humairoh di Medan
- Fauziah hanum di Padang
Pelatihan berjalan dengan seru dan lancar.