Minggu, 20 Desember 2015





TRAVELER MATE DADAKAN



Mendapat khabar


Travel ini rasanya tidak bisa saya sebut sebagai perjalanan,  tetapi lebih cocok bila disebut “diperjalankan”.   Sore itu, hari Sabtu tanggal  26 September 2015.  Sekitar  pukul 16:00 WIB.  Bapak kepala sekolah  menelepon “Assalamualaikum Bu Nita.  Tolong jemput Surat Perintah Tugas dari Dinas Pendidikan untuk mengikuti tes tertulis masuk kuliah jejang master di Jogja” ucapnya. 
“Hari ini pak! kantorkan tutup?” protesku.
“Iya Bu Nita  hari ini, sebab  hari senin setiap peserta harus sudah Check in di Jogja.  Sekarang surat itu belum siap.  Katanya nanti  sehabis sholat Magrib, Surat itu di titip pada satpam yang jaga malam di kantor” jelas beliau. 
“Baik pak insha Allah” jawabku. Sambil menutup telpon setelah terlebih dahulu mengucap salam.
“Masha Allah.  Aku lulus administrasi beasiswa master dan di panggil ke Jogja untuk test” ucapku pada adik perempuanku satu-satunya sambil menggengam kedua tangannya.
Adikku itu langsung mengerti apa yang ku maksud, sebab ia juga mendengar pencakapan di telpon.  Saat mengurus administrasi untuk kelengkapan beasiswa itu, adikku itu juga punya andil besar.
“Alhamdulillah, Kak Beng” ucapnya kini sambil memelukku. (Kak Beng nama panggillan kesayanganku dirumah)
“Kalau begitu, saya temani Kak Beng ke kantor Dinas.  Mari kita siap-siap sekarang, sebab kita butuh waktu 45 menit untuk sampai disana”  Beliau memberi inisiatif.
Setelah siap-siap dan pamit pada pada orang tua, kami berangkat mengendarai motor.  Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana.  Setelah Sholat Magrib di mesjid terdekat, kamipun menemui satpam. 
Benar saja dalam surat itu tercantum namaku Arnita diantara 6 nama yang ada dalam Surat tugas tersebut sebagai utusan calon penerima beasiswa dari kabupaten Rokan Hulu propinsi Riau.
Setelah surat didapat, kami bergegas pulang.
*****

Menemukan Teman

Sakarang sudah  Sabtu malam.  Hanya tinggal 1 hari, cari akal dan mempesiapkan keberangkatan. "Pertama sekali yang harus dilakukan adalah mencari teman” pikirku
 "6 orang yang ada dalam surat tanpa Alamat, cuma ada tempat tugas.  gimana mau menghubunginya?"  tanyaku pada diri-sendiri.
Kemana-kemana.... kemana..?
ku harus... mencari... di mana?" Mendadak Lagu Alamat palsu Ayu Ting-Ting itu muncul di otakku.
"Yeah!  Langsung dapat ide!  cari di facebook" jawab kalbuku sendiri.
Langsung jemariku mengetik salah satu nama yang ada tertera di dalam surat. Wah..canggih!   Nama itu langsung muncul dan ku periksa identitas. Ternyata benar.  Bukan palsu emang asli.   Segera ku layangkan pesan
"Assalamualaikum Saudaraku.   Di dalam surat  tugas,  saya melihat nama saudara sebagai peserta ujian beasiswa Master di Jogja.  Saya dengan Bu Arnita, boleh berangkat bersama dengan saudara Andri,  masalahnya saya belum pesan tiket" Tring....tak sampai satu Menit jawaban sudah datang.
"Ide bagus! Saya juga sudah hubungi teman-teman yang lain sebab mereka kenal dengan saya.  Cuma Bu Arnita yang saya ngak kenal” balasnya ramah.
"Ok. Trus  bagaimana?  kita bisa berangkat secara team kan?" tanyaku was-was
"Insya Allah Bisa! saya sudah hubungi Bu Ayu, salah satu peserta yang punya keponakan yang kerja di penerbangan. Nanti kita satu penerbangan  semuanya, berhubung Bandara Sultan Syarif Kasim  tutup karena asap.  Jadi kita berangkat dari bandara Minang Kabau di Padang"  ucapnya serius.
 "Ok.  Pokoknya aku ikut rencana team" selaku menyetujui. 
*****







DANA MINIMALIS
Kami berenam punya uang pas-pasan untuk keberangkatan.  Karena memang tidak punya persiapan. Sebab semua serba dadakan.  Beruntunglah dalam surat itu tertulis “Biaya keberangkatan dan kepulangan akan di tanggung panitia”
Alhamdulillah.  Semua berjalan lancar.  Hari senin sekitar pukul 13:00 WIB kami sudah sampai di Hotel Rich Sahid Jogja dengan selamat.  Sebagaimana tercantum dalam surat. Panitia menyambut kami dengan ramah.  Setelah mengisi biodata dan memberikan tiket keberangkatan kepada panitia.
Kami di bekali jadwal kegiatan test besok pagi.  Lalu panitia memberikan kunci kamar.  Mereka menyarankan untuk beristrirahat.  Tetapi waktu istirahat yang disarankan kami gunakan untuk belajar.
Pada Hari selasa kami mengiku test dengan serius.
*****
Hari Rabu adalah hari ke pulang.
"Ya.. Allah terima kasih sudah menolong dan mempermudah urusanku" do'aku di sujud terakhir shalat zhururku di hotel Rich Sahid Jogja siang itu.
 Kami berkumpul setelah makan siang diruang test. Sebab penguman hasil test akan dikirim ke-email masing masing. Jadi persiapan pulang segera dimulai. 
Pihak hotel sudah memberi peringatan bahwa setelah jam 12 siang kamar hotel akan di lock otomatis. Jadi Kami harus memindahkan barang –barang ke lobi terlebih dahulu.
Musyawarah dimulai, tiket dari Jogja menuju Padang sudah dibooking untuk hari jum'at jam 7 WIB. Hari ini masih Rabu.   Itu artinya masih ada waktu 2 hari untuk jalan-jalan. Mendadak planning perjalanan dibuat.
Seperti membuat planning tour tapi jenis amartiran. Seluruh anggota team ambil bagian masing-masing. Buk Ayu tetap memengang jabatan sebagai bendahara. Pak Andri bertugas menelepon dan menghubungi travel.  Karena  beliau pintar bicara. Buk Asni bertugas mencari penginapan murah tapi tetap berstandar kelayakan. Bu Rani sibuk menelepon keluarganya yang ada di Jogja untuk menanyakan berbagai informasi.  aku sendiri tidak ada tugas karena mereka anggap aku masih anak kecil diantara mereka. 
Sesuai dengan rencana siang itu, kita keluar dari hotel. Menyewa mobil Avansa harga nego untuk 6 jam hanya 300 ribu rupiah.
perjalanan dari batu ke batu
Saya memang tidak pernah menabung khusus untuk dana liburan karena memang uang yang saya dapat tiap bulan cukup untuk keperluan keluarga. jika ada berlebih saya lebih nemilih bersedakah atau membeli buku. Tetapi ternyata Allah menakdirkan saya untuk berwisata dulu sebelum pulang.  Kini monumen sejarah yang di pelajari disekolah akan segera kami telusuri.
Konon sejak dulu sampai sekarang, saya enjoy saja naik apapun, bus, mobil, motor pesawat. Kapal laut. Semua kendaran yang pernah saya tumpangi tidak berhasil membuat saya muntah-muntah atau mual-mual.

•    Keraton Ratu Boko
Alhamdulillah.   Perjalanan dari hotel Rich Sahid menuju Prambanan tidak memakan waktu lama. Sekitar pukul 2:15 WIB kami sudah tiba di pintu gerbang candi Prambanan. Seorang promotor perjalanan menawarkan wista Ratu Boko.
“Bila mengunjungi Prambanan tiket Rp 30.000,-.  Namun  jika sekaligus mengunjungi  Keraton Ratu Boko maka hanya dikenakan Rp 50.000,- sudah temasuk antar jemput dengan bus gratis” ucapnya.
Kami menyetujuinya. Setelah membeli tiket.  Kami dipersilahkan naik bus.  Tidak sampai 10 menit dalam perjalan, kami sudah tiba di lokasi Keraton Ratu Boko.
Sebelum menyerahkan tiket dan melewati gerbang, supir bus berpesan kalau kunjungan hanya dibatasi maksimal dua jam, kemudian nanti langsung kembali ke Candi Prambanan.  Dengan bus yang sudah tersedia setiap 15 menit menuju prambanan.
 Bus menuju keraton Ratu Boko beroperasi hingga jam 15.30. Itu berarti kalau kamu datang sore-sore, gak bisa ambil paket ke Keraton Ratu Boko ini.
Mengunjungi situs Candi Ratu Boko merupakan bagian dari rekreasi mata, kaki, dan pikiran. Selain dapat puas berjalan-jalan dan melihat-lihat pemandangan, inilah tempat yang tepat untuk membebaskan pikiran, berimajinasi sejenak sebagai penghuni istana di masa lalu.
Candi Ratu Boko terletak Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar tiga kilometer arah selatan dari Candi Prambanan.
Di masa lalu, candi ini memang merupakan sebuah keraton, sisa peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, dan dibangun sekitar abad ke-8.  Pada tahun 1790, situs ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda, Van Boekholtz dengan temuan awal berupa sisa-sisa reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Seratus tahun kemudian, temuan ini ditindaklanjuti oleh FDK Bosch yang mengadakan penelitian berjudul Keraton Van Ratoe Bokoe, dan pada akhirnya temuan di atas bukit Ratu Boko disebut sebagai Keraton Ratu Boko.

Setelah melewati susunan anak tangga yang menjadi jalan masuk menuju situs ini, setiap pengunjung dapat memasuki gapura utama yang megah. Barangkali di masa lalu, seperti juga yang kerap digambarkan dalam film ataupun cerita bergambar, inilah gerbang yang selalu dijaga oleh para penggawal.

Melewati gerbang ini, Anda akan disambut oleh dua gapura tinggi, di mana gapura pertama memilik dua pintu, dan gapura di belakangnya memiliki tiga pintu.
Setelah itu, di hamparan luas areal situs ini, sejauh mata memandang di depan samping kiri dan kanan, terdapat berbagai bentuk susunan batu kuno.

Di sebelah utara gapura terdapat susunan batu yang dibangun sekitar tiga meter dari atas tanah, berbentuk bujursangkar berkuran 26x26 meter. Candi ini disebut sebagai Candi Pembakaran. Di tengah-tengahnya, terdapat lubang sedalam dua meter. Sesuai dengan namanya, lubang ini diperkirakan menjadi tempat pembakaran sesaji atau jenazah. Sedikit ke arah timur, Anda akan menjumpai stupa Buddha.
Jika menengok ke arah selatan, pengunjung dapat melihat dua susunan batu berbentuk segiempat, yang dibangun sekitar dua meter dari tanah. Bagian atasnya yang merupakan susunan batu-batu polos tanpa lubang, mengesankan bahwa tempat ini menjadi semacam panggung.

Masih di sisi selatan, lebih condong ke timur laut, anda akan menjumpai bangunan yang disebut Pendopo. Bangunan ini serupa seperti sebuah ruangan pertemuan, berbentuk segiempat, dan ditutup oleh tembok rendah yang mengelilinginya. Pendopo memiliki tiga pintu, yaitu di sisi barat, utara dan selatan.
Jika datang berkunjung saat petang, cobalah keluar dari pindu barat. Begitu melangkah di beberapa anak tangga di bawahnya, Anda akan disongsong sinar matahari menjelang terbenam. Ketika ada yang akan mengabadikan adegan ini dari belakang, maka akan terlihat tubuh Anda berpendar-pendar cahaya matahari.

Inilah adegan yang kerap ditampilkan dalam film atau tayangan iklan, untuk menggambarkan kegagahan raja ataupun ratu saat akan keluar dari keraton untuk menyapa bawahan atau rakyatnya. Ketika ingin merasakan menjadi penguasa istana yang beranjak keluar dari keraton, barangkali Anda cukup berganti busana saja.
Sebagai sebuah bangunan bersejarah, peninggalan istana raja, aura kemegahan situs Candi Ratu Boko, sungguh terasa. Tak heran, situs ini akhirnya sering digunakan sebagai lokasi foto prewedding atau disewa menjadi tempat pelaksanaan resepsi pernikahan.
Kemewahan dan keindahan baju yang dipakai keduanya, dengan latar belakang istana, Candi Ratu Boko, seolah sudah cukup merepresentasikan bahwa pasangan calon pengantin ini nantinya akan menjadi raja dan ratu sehari, setidaknya di hari H pernikahannya...
Namun, sesungguhnya, kemegahan yang terlihat pada bangunan Candi Ratu Boko di masa sekarang, sebenarnya belum tersaji sempurna.
Di sekitar lokasi candi, masih ada ribuan batu yang masih dibiarkan menumpuk dan belum disusun, menjadi bagian dari bangunan candi.
Saat kunjungan, masih dilakukan galian, sebab baru ditemukannya sumur segi empat di pelataran keraton.  Dan sumur itu dalam sekali.  Aku sempatkan berfoto dengan salah seorang pekerja setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan yang kau lontarkan dengan ramah.

Saat pembelian tiket, Salah seorang petugas di bagian ticketing di obyek wisata Candi Ratu Boko, mengatakan, pemugaran Candi Ratu Boko memang belum sempurna karena masih banyak batu lepas yang belum diketahui di mana posisinya dalam bangunan candi. Tidak hanya itu, penyusunan bangunan candi juga belum bisa diselesaikan karena banyak batuan candi masih tertinggal di rumah warga.

Candi Ratu Boko begitu dekat dengan rumah-rumah penduduk setempat. Jarak antara candi dan permukiman ini pun tidak dibatasi secara tegas dengan pagar atau tembok, melainkan hanya sebatas batu-batu dan gundukan tanah.  Hal ini pun tidak menjadi masalah yang cukup berarti. Warga tetap menjaga candi ini sebagai bangunan yang berharga, tanpa pernah sekalipun ada tindak pengrusakan ataupun pencurian.

Aktivitas warga sekitar ini juga semakin melekatkan kesan bahwa peninggalan masa lalu tidak akan pernah lepas dari kehidupan masa kini. Dan kehidupan masa lalu yang tak terbayangkan sebelumnya, adalah keindahan natural, yang di masa sekarang menyedot minat banyak orang untuk datang berkunjung.
Namun, untuk kegiatan rekreasi , mau menikmati keindahan masa kini atau sekedar menelusuri masa lalu, semuanya tergantung pada pilihan pribadi. sebab  Candi Ratu Boko menyajikan semua keindahan itu untuk dinikmati.


•    Candi Prambanan
Sekitar pukul 4:00 WIB kami sudah tiba di Candi prambanan.   Candi megah ini merupakan tujuan  wisatawan domestic maupun mancanegara.  Candi Hindu ini merupakan simbol kejayaan  dan kemashuran kerajaan Mataram kuno.
Aku mulai menaiki anak tangga menuju pelataran.  Ketika sampai, aku langsung takjub melihat  candi Trimurti yakni candi Brahma di selatan, candi Siwa di tengah dan candi Wisnu di sebelah utara. 
 candi besar tesebut terdapat candi wahana, merupakan simbol dari tunggangan dewa tersebut.  Yakni candi Angsa untuk tunggangan Brahma, candi Nandi untuk tunggangan dewa Siwa, candi Garuda untuk tunggangan dewa Wisnu.
Cahaya mentari mulai condong ke timur.  Aku tetap hunting foto, mengambil gambar sebanyak mungkin.  “Kalau aku yang ambil gambar? Kapan foto ku nongol?” pikirku
Segera ku arahkan kamera setinggi mungkin dan klick.  Ku  ambil gambarku sendiri.  Tapi yang muncul hanya wajah ku saja. Latar belakang candi tidak kelihatan.  Segera ku ulangi kembali.  Namun tiba-tiba ada yang menyapaku “Can i take picture for you”
Segera ku pandang wajahnya sambil mendongak karena dia lumayan tinggi, berambut pirang, mengenakan kaos blouse berwana putih dan memakai celana pendek yang banyak kantongnya.
Segera ku lebarkan senyumku sambil mengucap “My pleasure” sambil menyerahkan kameraku padanya.  Beliau turun dari pelataran dan menggambil gambarku.  Alhamdulillah pertolongan telah tiba.  Aku yakin bule itu mau menolongku, karena aku terlihat kecil dan mengenakan pakaian yang unik.  Aku memang tidak memakai pakaian yang casual.  Aku mengenakan rok kembang dengan motif batik  dipadu dengan blazer hitam. 
Tak lupa ku ucapkan terima kasih saat beliau memberikan cameraku, kusapa beliau sebentar saja “Where are you come from?” tanyaku.  “I’m from Nederland” jawabnya. Segera ku ucap goodbye sambil melambaikan tanganku. Beliau membalas dengan dengan lambaian tangan dan ucapan bye. 
Aku sadar waktuku tidak banyak untuk beramah tamah.  Sebab aku harus mendapatkan gambar sebanyak mungin.  Sebab foto-foto itu bisa menjadi media pembelajaran bagiku sebagai seorang guru bahasa Inggris pada materi Text Recount.

Setelah  letih hunting foto.  Kami menuju pintu keluar. Lansung disambut kios-kios yang menjual beraneraka ragam khas kerajinan Yogyakarta, mulai dari baju, tas, keramik, mainan-anak-anak sampai dengan khas makanan Jogja.  Dan harganya Masha Allah lumayan murah.



Dana Minimalis
Kami berenam punya uang pas-pasan untuk keberangkatan.  Karena memang tidak punya persiapan. Sebab semua serba dadakan.  Beruntunglah dalam surat itu tertulis “Biaya keberangkatan dan kepulangan akan di tanggung panitia”
Alhamdulillah.  Semua berjalan lancar.  Hari senin sekitar pukul 13:00 WIB kami sudah sampai di Hotel Rich Sahid Jogja dengan selamat.  Sebagaimana tercantum dalam surat. Panitia menyambut kami dengan ramah.  Setelah mengisi biodata dan memberikan tiket keberangkatan kepada panitia.
Kami di bekali jadwal kegiatan test besok pagi.  Lalu panitia memberikan kunci kamar.  Mereka menyarankan untuk beristrirahat.  Tetapi waktu istirahat yang disarankan kami gunakan untuk belajar.
Pada Hari selasa kami mengiku test dengan serius.
*****
Hari Rabu adalah hari ke pulang.
"Ya.. Allah terima kasih sudah menolong dan mempermudah urusanku" do'aku di sujud terakhir shalat zhururku di hotel Rich Sahid Jogja siang itu.
 Kami berkumpul setelah makan siang diruang test. Sebab penguman hasil test akan dikirim ke-email masing masing. Jadi persiapan pulang segera dimulai. 
Pihak hotel sudah memberi peringatan bahwa setelah jam 12 siang kamar hotel akan di lock otomatis. Jadi Kami harus memindahkan barang –barang ke lobi terlebih dahulu.
Musyawarah dimulai, tiket dari Jogja menuju Padang sudah dibooking untuk hari jum'at jam 7 WIB. Hari ini masih Rabu.   Itu artinya masih ada waktu 2 hari untuk jalan-jalan. Mendadak planning perjalanan dibuat.
Seperti membuat planning tour tapi jenis amartiran. Seluruh anggota team ambil bagian masing-masing. Buk Ayu tetap memengang jabatan sebagai bendahara. Pak Andri bertugas menelepon dan menghubungi travel.  Karena  beliau pintar bicara. Buk Asni bertugas mencari penginapan murah tapi tetap berstandar kelayakan. Bu Rani sibuk menelepon keluarganya yang ada di Jogja untuk menanyakan berbagai informasi.  aku sendiri tidak ada tugas karena mereka anggap aku masih anak kecil diantara mereka. 
Sesuai dengan rencana siang itu, kita keluar dari hotel. Menyewa mobil Avansa harga nego untuk 6 jam hanya 300 ribu rupiah.
perjalanan dari batu ke batu
Saya memang tidak pernah menabung khusus untuk dana liburan karena memang uang yang saya dapat tiap bulan cukup untuk keperluan keluarga. jika ada berlebih saya lebih nemilih bersedakah atau membeli buku. Tetapi ternyata Allah menakdirkan saya untuk berwisata dulu sebelum pulang.  Kini monumen sejarah yang di pelajari disekolah akan segera kami telusuri.
Konon sejak dulu sampai sekarang, saya enjoy saja naik apapun, bus, mobil, motor pesawat. Kapal laut. Semua kendaran yang pernah saya tumpangi tidak berhasil membuat saya muntah-muntah atau mual-mual.

•    Keraton Ratu Boko
Alhamdulillah.   Perjalanan dari hotel Rich Sahid menuju Prambanan tidak memakan waktu lama. Sekitar pukul 2:15 WIB kami sudah tiba di pintu gerbang candi Prambanan. Seorang promotor perjalanan menawarkan wista Ratu Boko.
“Bila mengunjungi Prambanan tiket Rp 30.000,-.  Namun  jika sekaligus mengunjungi  Keraton Ratu Boko maka hanya dikenakan Rp 50.000,- sudah temasuk antar jemput dengan bus gratis” ucapnya.
Kami menyetujuinya. Setelah membeli tiket.  Kami dipersilahkan naik bus.  Tidak sampai 10 menit dalam perjalan, kami sudah tiba di lokasi Keraton Ratu Boko.
Sebelum menyerahkan tiket dan melewati gerbang, supir bus berpesan kalau kunjungan hanya dibatasi maksimal dua jam, kemudian nanti langsung kembali ke Candi Prambanan.  Dengan bus yang sudah tersedia setiap 15 menit menuju prambanan.
 Bus menuju keraton Ratu Boko beroperasi hingga jam 15.30. Itu berarti kalau kamu datang sore-sore, gak bisa ambil paket ke Keraton Ratu Boko ini.
Mengunjungi situs Candi Ratu Boko merupakan bagian dari rekreasi mata, kaki, dan pikiran. Selain dapat puas berjalan-jalan dan melihat-lihat pemandangan, inilah tempat yang tepat untuk membebaskan pikiran, berimajinasi sejenak sebagai penghuni istana di masa lalu.
Candi Ratu Boko terletak Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar tiga kilometer arah selatan dari Candi Prambanan.
Di masa lalu, candi ini memang merupakan sebuah keraton, sisa peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, dan dibangun sekitar abad ke-8.  Pada tahun 1790, situs ini pertama kali ditemukan oleh arkeolog Belanda, Van Boekholtz dengan temuan awal berupa sisa-sisa reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Seratus tahun kemudian, temuan ini ditindaklanjuti oleh FDK Bosch yang mengadakan penelitian berjudul Keraton Van Ratoe Bokoe, dan pada akhirnya temuan di atas bukit Ratu Boko disebut sebagai Keraton Ratu Boko.

Setelah melewati susunan anak tangga yang menjadi jalan masuk menuju situs ini, setiap pengunjung dapat memasuki gapura utama yang megah. Barangkali di masa lalu, seperti juga yang kerap digambarkan dalam film ataupun cerita bergambar, inilah gerbang yang selalu dijaga oleh para penggawal.

Melewati gerbang ini, Anda akan disambut oleh dua gapura tinggi, di mana gapura pertama memilik dua pintu, dan gapura di belakangnya memiliki tiga pintu.
Setelah itu, di hamparan luas areal situs ini, sejauh mata memandang di depan samping kiri dan kanan, terdapat berbagai bentuk susunan batu kuno.

Di sebelah utara gapura terdapat susunan batu yang dibangun sekitar tiga meter dari atas tanah, berbentuk bujursangkar berkuran 26x26 meter. Candi ini disebut sebagai Candi Pembakaran. Di tengah-tengahnya, terdapat lubang sedalam dua meter. Sesuai dengan namanya, lubang ini diperkirakan menjadi tempat pembakaran sesaji atau jenazah. Sedikit ke arah timur, Anda akan menjumpai stupa Buddha.
Jika menengok ke arah selatan, pengunjung dapat melihat dua susunan batu berbentuk segiempat, yang dibangun sekitar dua meter dari tanah. Bagian atasnya yang merupakan susunan batu-batu polos tanpa lubang, mengesankan bahwa tempat ini menjadi semacam panggung.

Masih di sisi selatan, lebih condong ke timur laut, anda akan menjumpai bangunan yang disebut Pendopo. Bangunan ini serupa seperti sebuah ruangan pertemuan, berbentuk segiempat, dan ditutup oleh tembok rendah yang mengelilinginya. Pendopo memiliki tiga pintu, yaitu di sisi barat, utara dan selatan.
Jika datang berkunjung saat petang, cobalah keluar dari pindu barat. Begitu melangkah di beberapa anak tangga di bawahnya, Anda akan disongsong sinar matahari menjelang terbenam. Ketika ada yang akan mengabadikan adegan ini dari belakang, maka akan terlihat tubuh Anda berpendar-pendar cahaya matahari.

Inilah adegan yang kerap ditampilkan dalam film atau tayangan iklan, untuk menggambarkan kegagahan raja ataupun ratu saat akan keluar dari keraton untuk menyapa bawahan atau rakyatnya. Ketika ingin merasakan menjadi penguasa istana yang beranjak keluar dari keraton, barangkali Anda cukup berganti busana saja.
Sebagai sebuah bangunan bersejarah, peninggalan istana raja, aura kemegahan situs Candi Ratu Boko, sungguh terasa. Tak heran, situs ini akhirnya sering digunakan sebagai lokasi foto prewedding atau disewa menjadi tempat pelaksanaan resepsi pernikahan.
Kemewahan dan keindahan baju yang dipakai keduanya, dengan latar belakang istana, Candi Ratu Boko, seolah sudah cukup merepresentasikan bahwa pasangan calon pengantin ini nantinya akan menjadi raja dan ratu sehari, setidaknya di hari H pernikahannya...
Namun, sesungguhnya, kemegahan yang terlihat pada bangunan Candi Ratu Boko di masa sekarang, sebenarnya belum tersaji sempurna.
Di sekitar lokasi candi, masih ada ribuan batu yang masih dibiarkan menumpuk dan belum disusun, menjadi bagian dari bangunan candi.
Saat kunjungan, masih dilakukan galian, sebab baru ditemukannya sumur segi empat di pelataran keraton.  Dan sumur itu dalam sekali.  Aku sempatkan berfoto dengan salah seorang pekerja setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan yang kau lontarkan dengan ramah.

Saat pembelian tiket, Salah seorang petugas di bagian ticketing di obyek wisata Candi Ratu Boko, mengatakan, pemugaran Candi Ratu Boko memang belum sempurna karena masih banyak batu lepas yang belum diketahui di mana posisinya dalam bangunan candi. Tidak hanya itu, penyusunan bangunan candi juga belum bisa diselesaikan karena banyak batuan candi masih tertinggal di rumah warga.

Candi Ratu Boko begitu dekat dengan rumah-rumah penduduk setempat. Jarak antara candi dan permukiman ini pun tidak dibatasi secara tegas dengan pagar atau tembok, melainkan hanya sebatas batu-batu dan gundukan tanah.  Hal ini pun tidak menjadi masalah yang cukup berarti. Warga tetap menjaga candi ini sebagai bangunan yang berharga, tanpa pernah sekalipun ada tindak pengrusakan ataupun pencurian.

Aktivitas warga sekitar ini juga semakin melekatkan kesan bahwa peninggalan masa lalu tidak akan pernah lepas dari kehidupan masa kini. Dan kehidupan masa lalu yang tak terbayangkan sebelumnya, adalah keindahan natural, yang di masa sekarang menyedot minat banyak orang untuk datang berkunjung.
Namun, untuk kegiatan rekreasi , mau menikmati keindahan masa kini atau sekedar menelusuri masa lalu, semuanya tergantung pada pilihan pribadi. sebab  Candi Ratu Boko menyajikan semua keindahan itu untuk dinikmati.
•    Candi Prambanan
Sekitar pukul 4:00 WIB kami sudah tiba di Candi prambanan.   Candi megah ini merupakan tujuan  wisatawan domestic maupun mancanegara.  Candi Hindu ini merupakan simbol kejayaan  dan kemashuran kerajaan Mataram kuno.
Aku mulai menaiki anak tangga menuju pelataran.  Ketika sampai, aku langsung takjub melihat  candi Trimurti yakni candi Brahma di selatan, candi Siwa di tengah dan candi Wisnu di sebelah utara. 
 candi besar tesebut terdapat candi wahana, merupakan simbol dari tunggangan dewa tersebut.  Yakni candi Angsa untuk tunggangan Brahma, candi Nandi untuk tunggangan dewa Siwa, candi Garuda untuk tunggangan dewa Wisnu.
Cahaya mentari mulai condong ke timur.  Aku tetap hunting foto, mengambil gambar sebanyak mungkin.  “Kalau aku yang ambil gambar? Kapan foto ku nongol?” pikirku
Segera ku arahkan kamera setinggi mungkin dan klick.  Ku  ambil gambarku sendiri.  Tapi yang muncul hanya wajah ku saja. Latar belakang candi tidak kelihatan.  Segera ku ulangi kembali.  Namun tiba-tiba ada yang menyapaku “Can i take picture for you”
Segera ku pandang wajahnya sambil mendongak karena dia lumayan tinggi, berambut pirang, mengenakan kaos blouse berwana putih dan memakai celana pendek yang banyak kantongnya.
Segera ku lebarkan senyumku sambil mengucap “My pleasure” sambil menyerahkan kameraku padanya.  Beliau turun dari pelataran dan menggambil gambarku.  Alhamdulillah pertolongan telah tiba.  Aku yakin bule itu mau menolongku, karena aku terlihat kecil dan mengenakan pakaian yang unik.  Aku memang tidak memakai pakaian yang casual.  Aku mengenakan rok kembang dengan motif batik  dipadu dengan blazer hitam. 
Tak lupa ku ucapkan terima kasih saat beliau memberikan cameraku, kusapa beliau sebentar saja “Where are you come from?” tanyaku.  “I’m from Nederland” jawabnya. Segera ku ucap goodbye sambil melambaikan tanganku. Beliau membalas dengan dengan lambaian tangan dan ucapan bye. 
Aku sadar waktuku tidak banyak untuk beramah tamah.  Sebab aku harus mendapatkan gambar sebanyak mungin.  Sebab foto-foto itu bisa menjadi media pembelajaran bagiku sebagai seorang guru bahasa Inggris pada materi Text Recount.

Setelah  letih hunting foto.  Kami menuju pintu keluar. Lansung disambut kios-kios yang menjual beraneraka ragam khas kerajinan Yogyakarta, mulai dari baju, tas, keramik, mainan-anak-anak sampai dengan khas makanan Jogja.  Dan harganya Masha Allah lumayan murah.

•    Candi Borobudur
Allahu Akbar.  Ternyata pertolongan Allah datang bertubi-tubi.  Belum sempat fix salah satu penginapan.  Tiba-tiba keponakan bapak Andri menawarkan tempat tinggalnya untuk tempat kami menginap.  “Pak Andri jelaskan keadaan, kita berenam” selaku mengingatkan beliau.  Setelah teleponnya dimatikan. Beliau langsung menjelaskan kepada kami. 
    “Keponakan ku itu kuliah di jogja, adiknya yang perempuan juga.  jadi nanti. Ibuk-ibuk bisa nginap di tempat kost adiknya, dan saya nginap bersamanya.  Namanya Eko.  Gimana sekarang, apa ibu-ibu setuju”
Serempak kami berlima menjawab “Setuju pak guru”  membuat supir mobil yang membawa kami tertawa lepas.
Akhirnya, rute bergerilya menemukan penginapan telah selesai.  Pak supir segera mengantar kami ke tempat kos keponakan pak Andri.
******
Ke esokan harinya kamis, sesuai dengan kesepakatan dengan supir travel kami berangkat menuju candi Borobudur setelah sholat subuh. 
Perjalanan dari Jogja menuju candi Borobudur sekitar 1 jam.  Sekitar pukul 7:00 WIB kami sudah tiba di pintu gerbang candi Borobudur. Setelah membeli tiket dewasa seharga Rp 30.000,-. Kami mulai memasuki areal candi.
Kita semua meyakini kalau bahwa candi borobudur adalah sebuah candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Wangsa Syailendara.  Apalagi Borobudur merupakan candi atau kuil Buddha terbesar di dunia.  Dari segi arsitektur bangunan candi borobudur sangat berbeda dengan bangunan yang ada di seluruh dunia.
Bangunan candi ini merupakan sebuah piramida raksasa yang sempurna.  Bahkan piramida yang terdapat di Mesir atau Mexico tidak sama.  Borobudur merupakan punden berundak.
Candi Borobudur versi Islam
Menurut KH. Fahmi Basya dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Repuplika 2009)  menyebutkan ciri-ciri candi Borobudur yang menjadi bukti peninggalan nabi Sulaiman.  Diantaranya, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo.  Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15).  Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang ditulis oleh Dr.  Maharsi, kata “Wana” berarti hutan.  Jadi menurut Fahmi makna Wanasaba atau Wonosobo adalah hutan saba.
Kedua, pekerjaan Jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat.  (QS Saba [34]: 14).  Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jinpun menghentikan pekerjaannya.  Di Borobudur terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung tersebut dinamai Unfinished Solomon.
Ketiga, Kisah Ratu Saba dan rakyanya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia.  (QS An-Naml [27]: 22).  Menurut Fahmi Basya Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul.  Ditambahkan Fahmi tempat berkumpul manusia itu di candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur.
Keempat, buah “Maja” yang pahit .  Seperti dijelaskan Allah (QS Saba [34]:  16)  ketika banjir besar menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada disekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya.  “Tetapi mereka berpaling maka kami datangkan kepada mereka banjir yang besar, dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sird.”
Menurut Fahmi.  Masih banyak bukti-bukti lain yang menunjukkan Borobudur merupakan peninggalan Nabi Sulaiman. Namun siapapun yang mendirikan candi Borobudur tidak membuat kita berselisih, sebab candi Borobudur adalah Bukti warisan peninggalan Sejarah untuk bangsa Indonesia dan untuk kita semua.
*****
Sebelum menaiki candi, kami disuruh memakai  selendang untuk dililitkan di pinggang oleh panitia.   Selendang  tersebut bermotif candi dengan wana biru tua di padu motif  warna putih.
Jangan sekali-kali mengunjungi borobudur memakai hak tinggi.  Sebab kakimu akan kelehan karena menaiki anak tangga untuk menuju puncak.  Usahakan buang air kecil saat di gerbang masuk. Sebab di sekitar candi borobudur tidak di sediakan toilet. 
Membuat Pak Andri menyelutuk kepada satpam penjaga candi. “Jadi saat jaman dahulu kala, penghuni candi ini, buang air dimana?” saat itu kami berada di puncak candi. Satpam  tersebut tidak  menjawab namun tersenyum kecut.  Kami berlima malah tertawa terbahak-bahak.

Setelah puas berkeling di candi.  Kami segera turun lalu keluar dari pintu yang berbeda ketika masuk tadi.  Pintu keluar ini terasa panjang namun mengasikkan karena di hiasi taman-taman dan juga ada bangunan sejenis pendopo.  Kami segera beristirahat disana. Sambil cuci mata memperhatikan para ngunjung yang beraneka ragam warna kulitnya.  Sebab Borobudur adalah salah satu tempat wisata favorit para turist.
Diantara para pengunjung yang berseliweran, terselip seorang laki-laki kulit hitam, tingginya hampir 190 cm. Kepalanya botak. Ia berjalan dengan seorang laki-laki china.
Buk Ayu malah menyelutuk “Buk Nita.  Aku mau foto sama orang kulim hitam itu” tunjuknya pada laki-laki itu.
Otakku berpikir keras.   “Buk Ayu lagi hamil.  Trus cuma mau foto sama orang hitam saja. Masak aku gak mau bantu, ntar nanti kalau sudah sampai di Riau. Mau cari orang hitam dimana?.” Pikirku
“Buk Ayu, kamu yakin mau foto sama orang hitam itu?”
“Iya, Buk Nita.  Please” pintanya.
Aku segera menyongsong laki-laki itu.
“Excuse me, may i take picture with u” ucapku
“With me?” tanyanya meyakinkan
“Yes”
Akhirnya teman Chinanya menawarkan untuk mengambilkan gambar untuk kami.  Sambil foto itu berlangsung pak Andri masih menyela “Where are you come from?”
“I’m Africa” ucapnya.
“Which country?” sambungku
“Mali”
“Oh.  That’s most people muslim there” tandasku
“Yes, same like Indonesia”
Setelah selesai berfoto.  Mereka  segera pamit. Dan mengucap bye bye


Kami juga beranjak keluar, langsung disambut kios-kios yang menjual beraneka ragam kerajinan dan makanan khas Jogja dan Jawa tengah.
Kami membeli oleh-oleh untuk keluarga disini. Menjelang magrib kami baru tiba dirumah kostnya keponakan pak Andri.
Setelah sholat subuh, mobil sudah tersedia untuk mengantarkan kami ke Bandara Adi Sucipto.  Menuju kepulangan ke kampung halaman tercinta.


Sumber :  www.compas.com    www.wikipedia.com






Tidak ada komentar:

Posting Komentar